Emas batangan masih berpeluang bullish di 2018



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk naik di 2017. Memasuki tahun 2018, emas ANTAM masih berpotensi mencatatkan kenaikan harga.

Mengutip situs logammulia.com, harga emas ANTAM telah tumbuh 7,48% atau sebesar Rp 44.000 menjadi Rp 632.000 per 1 gram secara year to date hingga akhir Desember lalu. Sementara harga pembelian kembalinya (buy back) naik 12,38% menjadi Rp 563.000 per 1 gram. Wahyu Tribowo Laksono, Analis Central Capital Futures mengatakan, kenaikan harga emas Antam sejalan dengan harga emas global yang juga alami kenaikan sepanjang tahun lalu. Perlu diketahui, harga emas kontrak pengiriman Februari 2018 di Comodity Exchange naik 12,1% secara ytd atau berada di level US$ 1.309,30 per ons troi per 29 Desember 2017. Menurut Wahyu, penguatan dollar Amerika Serikat terhadap rupiah cukup berkontribusi terhadap kenaikan harga emas batangan Antam. Kurs spot rupiah sendiri terkoreksi 0,60% ke level Rp 13.555 per dollar AS sepanjang tahun lalu. Sejumlah isu geopolitik, terutama konflik di Semenanjung Korea, turut mempengaruhi pergerakan harga emas Antam. “Harga emas menyentuh level tertingginya di September ketika isu nuklir Korut sedang panas-panasnya,” ujar Wahyu. Meski pasar sudah mengantisipasi, kenaikan Fed Fund Rate dan pengesahan undang-undang reformasi pajak AS belum mampu menggoyahkan harga emas ANTAM jelang pergantian tahun kemarin. Memasuki tahun 2018, harga emas Antam diperkirakan masih akan naik. Di samping kelanjutan kebijakan-kebijakan AS, dinamika geopolitik dari Semenanjung Korea dan Timur Tengah masih menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga emas ANTAM. Selain itu, permintaan emas Antam juga akan meningkat seiring perayaan Diwali pada pertengahan tahun nanti. “Cukup banyak masyarakat di Indonesia yang ikut merayakan Diwali,” tutur Wahyu. Prediksi Wahyu, harga emas Antam pada tahun ini akan berada di kisaran Rp 600.000—Rp 800.000 per 1 gram. Adapun harga pembelian kembali emas tersebut berada di kisaran Rp 540.000—Rp 650.000 per 1 gram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Rizki Caturini