KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emas masih menjadi salah satu instrumen yang banyak dilirik masyarakat karena dinilai memiliki karakter sebagai safe haven asset atau aset pelindung nilai. Berdasarkan data World Gold Council (WGC), permintaan emas batangan dan koin di Indonesia tumbuh pesat sebesar 47% secara tahunan pada kuartal I – 2026, menjadi 23,6 ton. Brand Manager Lakuemas Esther Napitupulu mengatakan, keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengantisipasi tekanan inflasi.
Emas Bisa Menjadi Pilihan Investor di Tengah Ketidakpastian Global
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emas masih menjadi salah satu instrumen yang banyak dilirik masyarakat karena dinilai memiliki karakter sebagai safe haven asset atau aset pelindung nilai. Berdasarkan data World Gold Council (WGC), permintaan emas batangan dan koin di Indonesia tumbuh pesat sebesar 47% secara tahunan pada kuartal I – 2026, menjadi 23,6 ton. Brand Manager Lakuemas Esther Napitupulu mengatakan, keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengantisipasi tekanan inflasi.
TAG: