KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga emas kembali naik karena ketidakpastian geopolitik mendukung permintaan aset aman, sementara perak melonjak 8% hingga mendekati level tertinggi sepanjang masa. Selasa (27/1/2026), harga emas spot naik 1,6% menjadi US$ 5.092,70 per ons troi, setelah mencapai rekor tertinggi US$ 5.110,50 pada hari Senin (26/1/2026). Harga emas menembus angka US$ 5.100 untuk pertama kalinya pada sesi sebelumnya. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari 2026 naik tipis 0,1% menjadi US$ 5.088,40 per ons.
"Pendekatan kebijakan Trump yang disruptif tahun ini menguntungkan logam mulia sebagai aset defensif. Ancaman kenaikan tarif terhadap Kanada dan Korea Selatan cukup untuk menjadikan emas sebagai pilihan aset aman," kata Tim Waterer, kepala analis pasar KCM Trade.
Baca Juga: India dan UE Resmikan Kesepakatan Dagang Raksasa, Pangkas Tarif Hingga 96,6% Produk Ketegangan perdagangan meningkat pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan menaikkan tarif impor mobil, kayu, dan farmasi Korea Selatan menjadi 25%, sambil mengkritik Seoul karena gagal mencapai kesepakatan perdagangan dengan Washington. Ini terjadi setelah ia mengancam akan mengenakan tarif pada Kanada di tengah membaiknya hubungan dengan China, menyusul kunjungan Perdana Menteri Kanada Mark Carney ke negara tersebut awal bulan ini. "(Kenaikan harga emas) menunjukkan adanya premi geopolitik atau ketidakpastian yang signifikan yang kini tertanam dalam harga emas, yang didorong kurang oleh faktor siklus dan lebih oleh ketidakpastian yang terus-menerus seputar geopolitik, ketidakpastian kebijakan, dan (hilangnya) kepercayaan pada dolar," kata Christopher Wong, seorang ahli strategi di OCBC dalam sebuah catatan. Penutupan pemerintahan AS yang akan segera terjadi dan kebijakan Trump yang tidak menentu menekan dolar AS, membuat harga emas yang ditentukan dalam dolar menjadi lebih murah bagi konsumen luar negeri. Bank Sentral AS (Federal Reserve) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan yang dimulai hari ini, di tengah tantangan yang ditimbulkan oleh pemerintahan Trump terhadap independensi bank sentral AS. Harga perak spot melonjak 6,1% menjadi $110,19 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi $117,69 pada hari Senin. Harga perak telah melonjak lebih dari 50% sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Kementerian Keuangan Thailand Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Hanya 2% di 2026 Dari perspektif teknis, perak sekarang tampak mahal relatif terhadap emas, dengan rasio emas terhadap perak saat ini berada pada titik terendah dalam 14 tahun, kata analis di BMI, sebuah unit dari Fitch Solutions, dalam sebuah catatan.
Dengan pembelian spekulatif yang memimpin reli terbaru, kata BMI, mereka sekarang memperkirakan harga akan turun dalam beberapa bulan mendatang karena ketatnya pasokan berkurang dan permintaan industri untuk perak mulai mencapai puncaknya seiring dengan melambatnya ekonomi Tiongkok Daratan. Harga platinum spot turun 2,2% menjadi US$ 2.697,45 per ons setelah mencapai rekor tertinggi US$ 2.918,80 pada sesi sebelumnya, sementara paladium naik 1,1% menjadi US$ 2.004,37