Emas dan Perak Rontok Kamis (5/2) Sore, Dolar AS Perkasa dan TensI AS-China Mereda



KONTAN.CO.ID - Harga emas dan perak turun tajam dalam aksi jual pasar yang lebih luas pada Kamis (5/2/2026), seiring penguatan dolar AS mendekati level tertinggi dalam hampir dua pekan serta meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Berdasarkan data perdagangan, harga emas spot melemah 0,9% menjadi US$4.917,61 per ons troi pada pukul 07.54 GMT, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi hampir sepekan. Bahkan, harga emas sempat anjlok hampir 4% pada awal sesi perdagangan.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April turun 0,3% menjadi US$4.936,30 per ons.


Baca Juga: Malaysia Menjadi Magnet Investor Global Berkat Ekonomi Stabil dan Penguatan Ringgit

Analis KCM Trade Tim Waterer mengatakan, penguatan dolar mendapat sentimen positif setelah munculnya nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed).

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar lebih berhati-hati terhadap emas, terutama di tengah volatilitas harga yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan.

Dari sisi geopolitik, sentimen pasar juga dipengaruhi rencana perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Oman. Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim telah melakukan pembicaraan yang “sangat positif” dengan Presiden China Xi Jinping.

Meredanya ketegangan global turut menekan harga berbagai komoditas, mulai dari minyak mentah hingga tembaga.

Baca Juga: Nippon Steel Bakal Rilis Obligasi Konversi Senilai Rp 53,7 Triliun

Menurut Strategis OCBC Christopher Wong, sentimen pasar cenderung melemah di berbagai kelas aset, di mana tekanan harga saling memicu penurunan lanjutan, terlebih dalam kondisi likuiditas pasar yang tipis.

Di pasar saham Asia, indeks utama turut terkoreksi akibat kekhawatiran meningkatnya biaya investasi kecerdasan buatan (AI) yang memicu rotasi investasi keluar dari sektor teknologi.

Tekanan juga terjadi pada perak, terutama karena posisi leveraged yang sudah tertekan sebelumnya.

Harga perak spot anjlok 9,3% menjadi US$79,88 per ons troi, setelah sempat merosot hingga 15% pada awal perdagangan. Padahal, logam tersebut baru saja mencetak rekor tertinggi di level US$121,64 per ons troi pada pekan lalu.

Baca Juga: Laba Toyota Turun Lagi Meski Penjualan Rekor, Ini Pemicu Utamanya!

Kepala Riset Nirmal Bang Commodities Kunal Shah menilai, permintaan industri terhadap perak mulai melemah pada level harga tinggi. Produsen panel surya di China disebut mulai mencari alternatif bahan baku lain.

Selain itu, harga platinum turun 8,7% menjadi US$2.125,80 per ons troi setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi US$2.918,80 pada 26 Januari. Sementara palladium juga melemah 2,8% menjadi US$1.725,53 per ons troi.

Selanjutnya: Promo Indomaret Sambut Ramadan 5-11 Februari 2026, Tebus Murah Marjan-Khong Guan

Menarik Dibaca: Promo Indomaret Sambut Ramadan 5-11 Februari 2026, Tebus Murah Marjan-Khong Guan