KONTAN.CO.ID - Warganet di media sosial X ramai membahas risiko investasi emas digital. Perbincangan ini mencuat setelah muncul kabar perusahaan emas digital di China mengalami gagal bayar, sehingga banyak nasabah terancam tidak bisa menarik dana mereka. Dikutip dari The Standard, sejumlah nasabah mengeklaim platform milik perusahaan tersebut membatasi penarikan harian hanya sebesar 500 yuan dan 1 gram emas sejak 26 Januari 2026. Bahkan, sebagian nasabah disebut sudah tidak dapat menarik dananya sejak 20 Januari.
Cara investasi emas yang aman
Perencana keuangan Andi Nugroho menjelaskan, emas masih menjadi pilihan investasi favorit karena sifatnya yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. “Emas lebih familiar bagi banyak orang. Proses membelinya mudah dan menjualnya juga gampang. Karena itu, emas termasuk instrumen yang likuid,” ujar Andi saat dihubungi Kompas.com, Senin (2/2/2026). Baca Juga: Panduan dan Syarat Buka RDN BCA untuk Rekening Saham Cuma Modal HP Menurutnya, emas lebih cocok dijadikan investasi jangka menengah hingga panjang. Pasalnya, terdapat selisih antara harga beli dan harga jual (spread) yang bisa memengaruhi keuntungan investor. Meski demikian, investasi emas juga memiliki risiko. Emas fisik, misalnya, berukuran kecil sehingga rawan hilang atau menjadi sasaran tindak kriminal. Sementara itu, emas digital memiliki risiko berbeda. Karena fisik emas belum berada di tangan investor, potensi kerugian muncul jika penyedia layanan mengalami gagal bayar atau bahkan menutup platformnya secara tiba-tiba. “Emas digital karena fisik barangnya belum berada di tangan kita memiliki risiko hilang, misalnya akibat penyedia layanan emas digital kabur atau menutup aplikasinya dan tidak bisa dilacak lagi,” kata Andi. Baca Juga: Turun Rp 183.000 Per Gram! Catat Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Selasa (3/2) Untuk meminimalkan risiko, Andi membagikan sejumlah tips berinvestasi emas yang aman dan menguntungkan, yakni:- Membeli emas fisik yang bersertifikat, ataupun emas digital dari aplikasi yang terpercaya
- Jika memilih emas fisik, pilihlah emas batangan bukan perhiasan
- Lakukan investasi emas dengan cara membelinya sedikit demi sedikit
- Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, emas sebaiknya diinvestasikan untuk jangka menengah atau panjang, yakni minimal 3 tahun sebelum dijual kembali
- Bila ingin berinvestasi dalam jangka pendek, pastikan ketika menjual emas harga buyback-nya sudah lebih tinggi dibandingkan harga ketika kita beli dahulu
- Ketika menjual emas sebaiknya di gerai resmi seperti gerai antam ataupun toko emas yang bonafid.