Emas ditutup reli hampir 2% di New York



NEW YORK. Pada transaksi Kamis (9/10) kemarin, harga emas dunia ditutup dengan kenaikan 2% mendekati level tertingginya dalam dua pekan terakhir. Harga kontrak emas dunia misalnya, naik ke level US$ 1.225,30 per troy ounce atau naik 1,6%. Sebelumnya, harga kontrak emas menyentuh level tertingginya dalam dua pekan terakhir di level US$ 1.234 per troy ounce.

Kenaikan juga terlihat pada harga emas di pasar spot yang melaju ke level tertingginya sejak 23 September lalu di posisi US$ 1.233,20 per troy ounce pada Kamis pagi dan berakhir dengan kenaikan 0,3% di posisi US$ 1.225 per troy ounce.

Lompatan harga emas terjadi setelah hasil rekapan pertemuan the Federal Reserve dirilis yang menunjukkan bahwa the Fed akan menahan suku bunga acuannya untuk beberapa waktu ke depan di level nol.


"Dollar kemungkinan akan melemah sehingga menguntungkan posisi emas," jelas Julius Baer, analis Carsten Menke.

Dia menambahkan, "Alasan utama kami masih melihat bearish pergerakan emas untuk jangka panjang adalah kami memprediksi tingkat permintaan emas akan terus menurun seiring pulihnya ekonomi AS. Itu artinya, the Fed akan menaikkan suku bunga AS."

Sementara itu, posisi dollar AS mulai pulih dari level terendahnya dalam dua pekan terakhir versus sejumlah mata uang utama dunia. Penyebabnya, data pengajuan klaim pengangguran AS secara tidak terduga mengalami penurunan dalam.

Sedangkan kepimilikan SPDR Gold Trust turun sebesar 5,38 ton menjadi 762,09 ton. Ini merupakan level terendah sejak Desember 2008 silam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie