Emas Dunia Bersiap Catat Penurunan Mingguan Jumat (24/4) di Tengah Reli Harga Minyak



KONTAN.CO.ID - Harga emas cenderung stabil pada perdagangan Jumat (24/4/2026), namun berpotensi mencatat penurunan mingguan seiring lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi lebih lama.

Melansir Reuters, harga spot emas naik tipis 0,1% ke level US$4.697 per ons pada pukul 01.05 GMT. Meski demikian, secara mingguan logam mulia ini telah turun sekitar 2,6% setelah sebelumnya mencatat reli selama empat pekan berturut-turut.

Baca Juga: Produksi Migas Teluk Anjlok 57%, Goldman Prediksi Pulih Bertahap


Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Juni turun 0,2% ke US$4.712,50 per ons.

Tekanan terhadap emas datang dari lonjakan harga minyak mentah, khususnya Brent crude, yang telah melonjak lebih dari 18% sepanjang pekan ini dan bertahan di atas US$105 per barel.

Kenaikan ini dipicu masih terbatasnya aktivitas di Selat Hormuz meskipun gencatan senjata telah diperpanjang.

Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi global kembali meningkat, yang pada gilirannya dapat membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Baca Juga: Bursa Australia Terkoreksi Jumat (24/4), Ketidakpastian Timur Tengah Tekan Pasar

Lingkungan suku bunga tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi geopolitik, ketegangan masih membayangi setelah Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran, meskipun peluang negosiasi tetap terbuka.

Dari sisi ekonomi, sejumlah survei terbaru menunjukkan dampak perang Iran mulai menekan aktivitas global. Biaya produksi melonjak akibat mahalnya energi, sementara aktivitas manufaktur dan jasa mulai melemah di berbagai negara.

Sementara itu, CME Group menurunkan margin awal untuk kontrak berjangka emas COMEX 100 menjadi 6% dari sebelumnya 7%.

Baca Juga: Dolar Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Jumat (24/4), Negosiasi AS-Iran Mandek

Margin untuk kontrak perak juga dipangkas menjadi 11% dari 14%, langkah yang berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan.

Di pasar tenaga kerja, klaim pengangguran di Amerika Serikat naik tipis pekan lalu, mengindikasikan pasar tenaga kerja masih relatif stabil. Namun, ketidakpastian ekonomi dan tekanan harga akibat konflik tetap menjadi risiko ke depan.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak turun 0,1% ke US$75,36 per ons, platinum melemah 0,5% ke US$1.996,13, sementara paladium relatif stabil di US$1.468,50 per ons.