Emas Dunia Melemah usai Sentuh Level Tertinggi 2 Pekan, Kenaikan Minyak Tekan Prospek



KONTAN.CO.ID - Harga emas bergerak melemah tipis pada perdagangan Kamis (23/7/2026) setelah sehari sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam dua pekan.

Kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta fokus investor terhadap rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) pekan depan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan logam mulia.

Baca Juga: Bursa Australia Ditopang Saham Tambang, ASX 200 Sentuh Level Tertinggi Lima Pekan


Mengutip Reuters, harga emas spot relatif tidak berubah di level US$ 4.133,39 per ons troi pada pukul 01.15 GMT, setelah pada sesi sebelumnya sempat menyentuh US$ 4.165,87 per ons troi, level tertinggi sejak 7 Juli.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 0,4% menjadi US$ 4.136,80 per ons troi.

Harga minyak melonjak lebih dari 1,5% ke level tertinggi dalam lebih dari enam pekan setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran dan kelompok Houthi di Yaman yang menargetkan kapal tanker minyak di Laut Merah.

Di sisi lain, dolar AS bergerak stabil karena meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah memanasnya kembali konflik AS-Iran. Sementara itu, yen Jepang masih berada di dekat level terlemah dalam 40 tahun.

Baca Juga: India Desak China Benahi Akses Pasar, Defisit Dagang Jadi Sorotan

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor dua tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga, naik ke level tertinggi dalam 17 bulan.

Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran bahwa gangguan pasokan energi dapat kembali mendorong inflasi dan meningkatkan peluang The Fed menaikkan suku bunga.

Pasar kini menantikan hasil rapat kebijakan moneter The Fed pekan depan. Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya, meski pasar kontrak berjangka masih memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun.

Suku bunga yang lebih tinggi umumnya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) juga diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Kamis ini.

Namun, ECB diperkirakan tetap membuka peluang kenaikan suku bunga pada September jika tekanan inflasi masih berlanjut.

Baca Juga: Houthi Serang Tanker Saudi, Ancaman Pasokan Minyak Global Kian Besar

Dari sisi korporasi, NOVAGOLD Resources mengumumkan akan mengakuisisi seluruh sisa kepemilikan di proyek Donlin Gold dari Paulson Advisors melalui transaksi saham. Kesepakatan tersebut diperkirakan membentuk produsen emas dengan nilai sekitar US$ 4,2 miliar.

Adapun logam mulia lainnya bergerak bervariasi. Harga spot silver naik 0,1% menjadi US$ 59,78 per ons troi, platinum menguat 0,1% ke US$ 1.646,57 per ons troi, dan palladium naik 0,4% menjadi US$ 1.296,50 per ons troi.