Emas Kehilangan Kilau! Lonjakan Harga Energi Bikin Pasar Berbalik Arah



KONTAN.CO.ID - Harga emas turun ke level terendah dalam lebih dari sepekan pada Kamis (23/4/2026), tertekan oleh kekhawatiran bahwa dampak inflasi akibat konflik di Timur Tengah dapat membuat suku bunga bertahan tinggi lebih lama.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,9% menjadi US$ 4.697,06 per ons pada pukul 15.05 EDT (19.05 GMT), setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 13 April. Emas batangan sempat turun lebih dari 1% pada awal perdagangan hingga menyentuh US$ 4.663,69 per ons.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni ditutup turun 0,6% menjadi US$ 4.724.


“AS dan Iran seperti memainkan versi mengerikan permainan Battleship, memunculkan kembali kekhawatiran bahwa gencatan senjata bisa runtuh kapan saja. Itu bisa mendorong lonjakan harga minyak mentah yang kemudian menyeret aset lain turun, termasuk emas,” kata pedagang logam independen Tai Wong.

Dia menambahkan, “Harga emas yang sempat mendekati US$ 4.900 Jumat lalu kini terasa seperti kenangan jauh karena reli logam mulai memudar.”

Iran pada Kamis memperlihatkan penguatan cengkeramannya atas Selat Hormuz melalui video yang menunjukkan pasukan komando mereka menyerbu sebuah kapal kargo besar, setelah gagalnya perundingan damai yang diharapkan Washington dapat membuka kembali jalur pelayaran terpenting di dunia tersebut.

Baca Juga: CEO Boeing Ungkap Peran Trump dalam Deal Jumbo dengan China

Perang Iran telah mendorong harga minyak naik, dengan Brent diperdagangkan di atas US$ 100 per barel pada Kamis.

Lonjakan harga energi cenderung meningkatkan inflasi, sehingga memperbesar peluang kenaikan suku bunga. Meski emas dikenal sebagai lindung nilai inflasi, suku bunga yang lebih tinggi justru mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Sebuah jajak pendapat Reuters terhadap ekonom menunjukkan bahwa Federal Reserve AS kemungkinan akan menunggu setidaknya enam bulan sebelum memangkas suku bunga tahun ini.

Tekanan tambahan terhadap emas datang dari dolar AS yang menguat tipis, sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga naik ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan, meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Sementara itu, jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran pekan lalu tercatat lebih banyak dari perkiraan.

Tonton: Pemerintah Bantah Ada Kapal Kapal LPG dari Hormuz Menuju RI ESDM Bongkar Fakta Kapal Pertamina

Harga perak spot turun 2,7% menjadi US$ 75,55 per ons, sementara platinum melemah 3,2% menjadi US$ 2.008,22, keduanya sempat menyentuh level terendah lebih dari sepekan sebelumnya. Palladium turun 5% menjadi US$ 1.465,23.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News