Emas Masih Dibayangi Tren Koreksi, Berikut Target Harga di Kuartal III-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga emas belum mampu keluar dari tekanan hebat akibat ketidakpastian kebijakan moneter global.

Merujuk pada data Trading Economics per Senin (13/7/2026) pukul 14:16 WIB, harga emas (gold) di pasar spot berangsur melemah 1,55% secara harian ke level US$ 4.057,36 per ons troi.

Koreksi mendalam tersebut kian mempertegas tren penyusutan nilai investasi nonbursa ini hingga 5,86% dalam kurun waktu sebulan terakhir.


Baca Juga: Diisukan Dual Listing di Bursa Saham Hong Kong, Begini Respons AMMN

Di tengah volatilitas pasar yang tinggi ini, investor kini cenderung menahan diri untuk melihat arah kepastian data ekonomi makro selanjutnya.

Sinyal pelemahan tersebut turut mengonfirmasi pandangan para pengamat komoditas mengenai dinamika pergerakan harga komoditas global saat ini.

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menilai situasi fundamental emas saat ini secara struktural tergolong sangat ambigu.

Menurutnya, rilis data ketenagakerjaan AS yang melampaui ekspektasi telah mengikis peluang pelonggaran suku bunga bank sentral dalam jangka pendek.

"Jadi meskipun kenaikan jangka pendek menekan emas lewat imbal hasil riil dan dolar, ini bukan otomatis sinyal bearish jangka menengah tergantung apakah pasar membaca kenaikan sebagai kredibilitas Fed yang menguat atau sebagai represi finansial dalam kondisi stagflasi," ujar Sutopo kepada Kontan, Senin (13/7/2026).

Kondisi tersebut kian diperberat oleh proyeksi pergerakan harga komoditas secara teknikal yang menunjukkan sinyal jenuh beli.

Analis Komoditas Dupoin Futures, Geraldo Kofit, memproyeksikan pergerakan harga emas pada kuartal ketiga tahun ini masih memiliki kecenderungan melemah.

"Dimana Weekly Time Frame harga emas masih berpotensi untuk melemah ke 3980 hingga 3900 selama harga tidak mampu untuk tutup di atas level resistance 4200," kata Geraldo kepada Kontan, Senin (13/7/2026).

Kendati demikian, sejumlah institusi keuangan global memiliki kalkulasi rentang target harga kuartal III-2026 yang sedikit berbeda di kisaran US$ 4.300 hingga US$ 4.800 per ons troi.

Baca Juga: Harga Emas Anjlok 1,5%: Waspada Tekanan Inflasi Global dan Suku Bunga AS

Deutsche Bank dan ING kompak meramal adanya ruang perbaikan jika premi risiko geopolitik kembali memanas. Di sisi lain, BMO Capital Markets justru memilih memangkas proyeksi semester kedua menjadi rata-rata US$ 4.625 per ons troi.

"Testimoni Warsh di Kongres pekan ini akan menjadi sinyal penting kedua, nada yang lebih dovish dari ekspektasi bisa memicu rebound tajam mengingat posisi investor saat ini secara neto sudah underweight emas," pungkas Sutopo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News