Emas Masih Mendominasi Barang Jaminan di Industri Pergadaian, Ini Alasannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah kenaikan laba industri pergadaian, sejumlah pemain mencatatkan kinerja apik pada segmen gadai emas.

Berdasarkan data Otoritas Data Keuangan (OJK), laba industri pergadaian melonjak 69,73% secara tahunan mencapai Rp 8,57 triliun per Agustus 2026.

Salah satu faktor yang mendongkrak pertumbuhan tersebut adalah gadai emas yang terus semarak. Sebagai contoh, emas masih mendominasi sebesar 90% barang jaminan di PT Pegadaian.


Baca Juga: Transaksi Reksadana KB Bank Melonjak 48% pada Kuartal III 2026

Menurut Kepala Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian Kadek Eva Suputra dominasi emas sebagai barang jaminan dikarenakan proses penilaian dan pencairan dananya yang relatif cepat dilakukan.

“Pegadaian juga hampir 90% itu jaminannya emas karena memang prosesnya sangat cepat," ujar Kadek saat ditemui langsung di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).

Selain itu, proses gadai emas di Pegadaian juga bisa rampung dalam waktu yang relatif singkat, yakni 15 menit hingga dana pinjaman dicairkan. Apalagi, emas merupakan salah satu aset yang bisa dimanfaatkan masyarakat ketika membutuhkan dana dalam waktu cepat.

Kemilau emas juga masih mendominasi pembiayaan perusahaan gadai swasta PT Gadai ValueMax Indonesia. Perusahaan ini mencatatkan emas sebagai barang jaminan yang mendominasi sebesar 93% terhadap barang jaminan lainnya.

"Penyaluran pembiayaan selama kuartal III masih di dominasi emas. Emas masih mendominasi portofolio kami," ujar Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja  kepada Kontan, Selasa (13/10/26).

Menurutnya, emas tetap menjadi produk utama karena masih membutuhkan dana jangka pendek, baik untuk kebutuhan pribadi maupun usaha. Selain itu, tren gadai emas juga tetap berjalan baik seiring dengan kebutuhan likuiditas nasabah yang sifatnya mendadak.

Baca Juga: Aset Reksadana Tumbuh 50%, Ini Strategi BCA Bidik Investor Baru

Ke depannya, Gadai ValueMax Indonesia menilai prospek gadai emas hingga akhir tahun masih positif. Untuk menjaga pertumbuhan, perusahaan akan mengoptimalkan produktivitas cabang, meningkatkan kualitas pelayanan.

Sementara itu, ke depannya Pegadaian akan terus mengembangkan ekosistem emas melalui penguatan layanan digital dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News