Emas melambung ke level US$ 1.232,3



JAKARTA. Pasca koreksi yang cukup dalam di akhir pekan lalu, harga emas berhasil merangkak naik. Keragu-raguan yang terselip pada pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen memberikan celah bagi harga emas untuk rebound.

Mengutip Bloomberg, Senin (6/3) pukul 13.54 WIB harga emas kontrak pengiriman April 2017 di Commodity Exchange melambung 0,47% ke level US$ 1.232,30 per ons troi dibanding hari sebelumnya.

Rebound ini dipandang terjadi karena aksi bargain hunting yang dilakukan pelaku pasar setelah harga emas terkoreksi cukup signifikan. Selain itu, tidak adanya kepastian kapan kenaikan suku bunga siap dilakukan The Fed membuat aset safe haven seperti emas sedikit bernafas lega.


Lagi pula di awal pekan ini data pemesanan pabrik AS Januari 2017 yang akan rilis diduga merosot dari 1,3% menjadi 1,1%. Apabila hal itu benar terjadi maka kans emas untuk pertahankan kenaikannya masih terbuka lebar.

Sebab kini semua data ekonomi AS yang siap rilis akan disoroti pasar untuk mencari sinyal lanjutan mengenai keputusan The Fed dalam FOMC bulan ini. Dukungan lainnya bagi harga emas datang dari gejolak geopolitik yang disinyalir terjadi di Asia.

Terbaru, dilaporkan, tiga dari empat misil milik Korea Utara jatuh di kawasan zona ekonomi eksklusif Jepang. Hal ini tentunya akan semakin memanaskan hubungan kedua negara. Ketidakstabilan kondisi ini tentu mengarahkan pelaku pasar pada aset safe haven seperti emas untuk berlindung. Selama ketidakpastian masih mendominasi pasar Asia maka harga emas bisa terus terangkat.

Walau nantinya setelah sentimen dari Asia mereda maka penentu pergerakan utama akan kembali datang dari AS. “Yang menjadi sorotan utama adalah data sektor tenaga kerja yang akan rilis di akhir pekan. Jika data tersebut positif dan menunjukkan pertumbuhan yang memuaskan pasar maka kenaikan suku bunga bisa dipastikan akan terjadi dan bisa menenggelamkan harga emas lebih dalam,” jar Bryan Lum, Strategist Phillip Futures seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (6/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto