KONTAN.CO.ID - Harga emas turun tipis pada Kamis (14/5/2026), tertekan oleh kenaikan harga minyak dan menguatnya dolar AS setelah muncul kabar penyitaan sebuah kapal dan tenggelamnya kapal lainnya. Meski demikian, investor masih menunggu sinyal dari pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Melansir
Reuters, harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.669,48 per ons pada pukul 14.48 EDT (18.48 GMT). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni ditutup turun 0,4% ke US$ 4.685,30. Nilai tukar dolar AS menguat 0,3%, sehingga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Harga minyak naik setelah muncul kabar tentang tenggelamnya kapal kargo India dan penyitaan kapal lain di lepas pantai Uni Emirat Arab, yang disebut sedang menuju perairan Iran. Sebelumnya, harga minyak sempat turun setelah media pemerintah Iran menyebut kapal-kapal China telah melintasi Selat Hormuz. “Apa yang terjadi hari ini di selat tersebut mendukung kenaikan harga minyak dan terus memicu ekspektasi suku bunga The Fed akan bertahan tinggi lebih lama. Ditambah data inflasi panas pekan ini, tidak mengherankan dolar menguat dan menekan harga emas hari ini,” kata Peter Grant, wakil presiden dan analis strategi logam senior di Zaner Metals. Peluang pemangkasan suku bunga AS sebagian besar telah memudar, menurut FedWatch Tool dari CME Group, setelah lonjakan tajam harga produsen dan konsumen AS pada April yang dipicu kenaikan energi.
Tonton: Merajut Qiswah Ka'bah, Berselimut Emas 60 Kilogram, Diganti Tiap Tahun “Ada risiko penurunan signifikan (harga emas) jika konflik Timur Tengah tidak terselesaikan,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global TD Securities. Ia menambahkan, persediaan dan pasokan produk energi dapat menjadi terbatas, yang bisa mendorong biaya energi dan inflasi lebih tinggi lagi. Meski emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan emas karena emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding). Sementara itu, Xi mengatakan kepada Trump bahwa pembicaraan perdagangan mengalami kemajuan pada Kamis, namun ia memperingatkan bahwa perbedaan pendapat terkait Taiwan dapat merusak hubungan kedua negara. Namun ringkasan pembicaraan versi AS tidak menyinggung Taiwan. Di sisi lain, pemerintah India mengumumkan pembatasan impor emas maksimal 100 kilogram, melalui skema advance authorization. Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 4,1% menjadi US$ 84,36 per ons, platinum turun 3,3% ke US$ 2.066,75, dan palladium turun 3,5% menjadi US$ 1.447,73.
Baca Juga: AS Beri Sanksi 3 Orang dan 9 Perusahaan Terkait Penjualan Minyak Iran ke China Tabel 1. Pergerakan Harga Logam Mulia (14 Mei)
| Komoditas | Harga Terakhir | Perubahan |
| Emas spot | US$ 4.669,48/ons | -0,4% |
| Emas berjangka AS (Juni) | US$ 4.685,30/ons | -0,4% |
| Perak spot | US$ 84,36/ons | -4,1% |
| Platinum | US$ 2.066,75/ons | -3,3% |
| Palladium | US$ 1.447,73/ons | -3,5% |
Tabel 2. Faktor Penggerak Harga Emas Hari Ini
| Faktor | Dampak ke Emas | Penjelasan |
| Dolar AS menguat 0,3% | Negatif | Emas jadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain |
| Harga minyak naik | Campuran | Memicu inflasi → suku bunga tinggi lebih lama |
| Ekspektasi suku bunga tinggi The Fed | Negatif | Suku bunga tinggi menekan aset non-yielding seperti emas |
| Konflik Timur Tengah & Selat Hormuz | Positif/Negatif | Risiko geopolitik bisa dukung emas, tapi juga memicu dolar naik |
| Pertemuan Trump-Xi | Volatil | Pasar menunggu arah kebijakan dagang & geopolitik |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News