KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melonjak lebih dari 2% pada Rabu (waktu setempat), di tengah meningkatnya kekhawatiran geopolitik dan perdebatan arah suku bunga Amerika Serikat. Data
Reuters menunjukkan, harga emas spot naik 2,4% ke level US$ 4.992,11 per ounce pada pukul 14.18 waktu setempat (19.18 GMT). Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga sempat anjlok lebih dari 2% ke US$ 4.841,74, level terendah dalam sepekan. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup menguat 2,1% ke US$5.009,50 per ounce.
Analis Marex, Edward Meir, mengatakan pasar masih diliputi kecemasan terkait ketegangan geopolitik, khususnya antara AS dan Iran. Meski begitu, ia menilai pergerakan harga sepanjang Februari masih berada dalam rentang yang cukup sempit dan belum menunjukkan arah tren yang jelas. Di sisi geopolitik, dua hari perundingan damai antara Rusia dan Ukraina di Jenewa berakhir tanpa terobosan berarti. Gedung Putih juga menyebut pembicaraan dengan Iran hanya menghasilkan kemajuan terbatas, dengan sejumlah perbedaan yang masih perlu dibahas lebih lanjut dalam beberapa pekan ke depan.
Baca Juga: Emas Dunia Anjlok, Harga Lokal Kok Tetap Tinggi? Ini Biang Keroknya Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat Januari The Fed menunjukkan para pejabat hampir sepakat mempertahankan suku bunga bulan lalu. Namun, mereka masih terbelah soal langkah berikutnya. Beberapa pejabat memperingatkan bahwa suku bunga bisa kembali dinaikkan jika inflasi tetap tinggi, sementara yang lain mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan lebih lanjut bila tekanan harga mereda. Trader logam independen Tai Wong menilai emas berpeluang kembali menembus level US$ 5.000 meskipun risalah The Fed bernada agak hawkish. Pasalnya, mayoritas pelaku pasar belum melihat perubahan suku bunga sebelum Juni. Data ekonomi terbaru juga memberi sinyal campuran. Inflasi konsumen Januari tercatat lebih rendah dari perkiraan, tetapi pertumbuhan lapangan kerja melampaui ekspektasi dan tingkat pengangguran menurun. Investor kini menanti rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada Jumat, yang merupakan indikator inflasi pilihan The Fed. Data tersebut akan menjadi petunjuk penting terkait arah suku bunga dan biaya pinjaman ke depan.
Tonton: Harga Emas Antam Makin Pudar Hari ini (18 Februari 2026) Sebagai aset safe haven yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Logam mulia lainnya juga menguat. Harga perak spot melonjak 5,2% ke US$77,24 per ounce setelah sebelumnya turun lebih dari 4%. Platinum naik 3,5% ke US$2.078,28 per ounce, sedangkan palladium menguat 1,2% ke US$1.702,75 per ounce.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News