KONTAN.CO.ID - Harga emas menembus US$4.600 per ons troi untuk pertama kalinya pada Senin (12/1) pagi. Sementara perak juga melonjak ke rekor tertinggi, didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan ekonomi serta meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS. Melansir
Reuters, harga emas spot naik 1,5% menjadi US$4.478,79 per ons troi pada pukul 01:27 GMT. Sebelumnya, logam mulia ini sempat menyentuh rekor US$4.600,33 per ons troi.
Baca Juga: Harga Minyak Mentah Stabil Senin (12/1) Pagi: Brent ke US$ 63,29 & WTI ke US$ 59,06 Kontrak emas AS untuk pengiriman Februari menguat 2% menjadi US$4.591,10. Kerusuhan di Iran telah menewaskan lebih dari 500 orang, menurut kelompok hak asasi, sementara pemerintah Tehran mengancam akan menyerang pangkalan militer AS jika Presiden Donald Trump menindak Iran atas nama para pengunjuk rasa. Ketidakstabilan di Iran terjadi bersamaan dengan langkah Trump memperluas pengaruh AS di panggung internasional, termasuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan membahas kemungkinan membeli atau mengambil alih Greenland. Data pekerjaan AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja lebih lambat dari perkiraan pada Desember, dengan penurunan pekerjaan di sektor konstruksi, ritel, dan manufaktur. Namun, tingkat pengangguran yang menurun menunjukkan pasar tenaga kerja belum memburuk secara drastis.
Baca Juga: Kejaksaan AS Buka Penyelidikan Kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell Investor kini memperkirakan minimal dua pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada tahun ini. Pasar tenaga kerja yang melunak membuat kemungkinan pemangkasan lebih besar. Ketua The Fed Jerome Powell mengungkapkan bahwa pemerintahan Trump mengancamnya dengan tuntutan pidana terkait kesaksiannya di Kongres soal proyek renovasi gedung Fed, yang menurut Powell merupakan “dalih” untuk memberi tekanan agar suku bunga diturunkan lebih lanjut. Aset non-yielding seperti emas cenderung menguat di tengah lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian geopolitik maupun ekonomi. HSBC memperkirakan harga emas bisa mencapai US$5.000 per ounce pada paruh pertama 2026 jika risiko geopolitik dan utang global meningkat.
Baca Juga: Dolar AS Tergelincir Senin (12/1) Pagi, di Tengah Investigasi Kriminal Ketua The Fed Logam Lainnya Harga perak spot naik 4,4% menjadi US$83,50 per ons troi setelah sempat menyentuh rekor US$83,96. Platinum spot naik 2,9% menjadi US$2.338,54 per ons troi setelah mencatat rekor tertinggi US$2.478,50 pada 29 Desember 2025.
Palladium naik 4,2% menjadi US$1.892,18 per ons troi. Lonjakan harga emas dan perak menandakan minat investor pada aset aman di tengah ketidakpastian global yang meningkat, baik dari sisi politik maupun ekonomi.