Emas Rekor US$ 5.100! Saham ANTM, EMAS, ARCI Melejit, Masih Layak Masuk?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia kembali menorehkan rekor dengan menembus level psikologis baru ke US$ 5.100 per ons troi. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot mencapai US$ 5.055,84 per ons troi pada pukul 20:32 WIB.

Kenaikan logam mulia ini turut menyulut kenaikan harga saham emiten emas. Ambil contoh, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melesat 10,96% ke level Rp 4.760 pada Senin (26/1/2026).

Lonjakan harga juga terjadi pada saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang melonjak 18,22% ke posisi Rp 7.300. Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) juga ikut menguat 4,91% ke level Rp 2.030.


Pasalnya, kenaikan harga emiten emas ini sudah terjadi sejak tahun lalu. Saham ANTM dalam setahun terakhir sudah melesat 241,22%. Di periode yang sama, saham MDKA naik 118,35%.

Baca Juga: Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Berpotensi Bawa Sentimen Positif bagi IHSG 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan memang, kenaikan harga emas turut mendorong kenaikan saham emiten emas.

Kalau dicermati, kata Nico, harga emas dunia menguat karena beberapa sentimen. Salah satunya, kondisi dunia yang penuh dengan ketidakpastian karena kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Selain itu, kenaikan harga emas atau logam mulia juga didorong oleh meningkatkan permintaan atas emas karena walaupun sudah naik, harga emas akan lebih stabil,” ucapnya kepada Kontan, Senin (26/1/2026).

Di tengah lonjakan harga saham, Nico bilang peluang untuk masuk atau tidak tergantung pada masing-masing individu. Dia mengingatkan, yang akan diinvestasikan adalah saham emiten emas, bukan emas itu sendiri.

“Dengan kenaikan harga saham berbasis emas, aksi profit taking berpeluang terjadi, apalagi ketika sudah melewati batas valuasi yang wajar sebab harus ada re-evaluasi ulang,” kata Nico.

Untuk itu, Nico mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati jika ingin berinvestasi pada saham yang tersengat dengan sentimen kenaikan harga emas dunia karena sudah naik kencang.

Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer menilai secara relatif valuasi saham emiten emas saat ini sudah berada di level yang cukup tinggi sehingga ruang kenaikan semakin terbatas.

Baca Juga: Pengumuman MSCI Berpotensi Picu Arus Dana Asing Keluar, Ini Respons BEI 

“Risk and reward saham emas saat ini sudah tidak begitu menarik sehingga kami merekomendasikan hold bagi investor yang sudah mengakumulasi di harga yang lebih rendah,” jelasnya.

Meski demikian, Miftahul menilai tren harga emas global yang masih berpotensi berlanjut dapat menjaga kinerja saham emiten emas dalam beberapa periode ke depan.

Dari beberapa emiten berbasis emas, saham pilihan Miftahul jatuh pada PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). Dia rekomendasikan hold HRTA dengan target harga di Rp 2.800 per saham.

Sementara dari emiten berbasis emas yang ada di Bursa Efek Indonesia, Nico masih menyukai saham ANTM, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).

Selanjutnya: Nasib Usaha di Ujung Tanduk? Campur Uang Pribadi dan Bisnis Bisa Picu Kerugian Lo

Menarik Dibaca: Nasib Usaha di Ujung Tanduk? Campur Uang Pribadi dan Bisnis Bisa Picu Kerugian Lo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News