KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik pada perdagangan hari ini Selasa (16/7). Seiring tren harga emas gobal setelah komentar Ketua The Fed Jerome Powell yang mendukung kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan September. Harga emas Antam dibanderol Rp 1.403.000 per gram, naik Rp 4.000 dibandingkan hari sebelumnya. Sementara harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam berada di Rp 1.267.000 per gram, bertambah Rp 3.000 dari posisi kemarin. Baca Juga: Morgan Stanley, Stanchart, Hingga DBS Jagokan Emas Sebagai Aset Safe Haven Paling Oke
Analis DFCX Futures Lukman Leong mengatakan bahwa untuk jangka panjang, harga emas masih akan terus naik. "Untuk tahun ini, harga emas Antam diperkirakan akan mencapai Rp 1,5 juta atau sekitar 7% dari harga sekarang," ungkap Lukman. Lebih lanjut, Lukman memproyeksikan bahwa harga emas internasional berpotensi mencapai US$3.000 dalam setahun ke depan, yang berarti sekitar 20% upside dari harga sekarang. "Sebagai aset safe haven, ini adalah hal yang sangat bagus. Dengan perkembangan belakangan ini, downside harga emas menjadi terbatas sehingga koreksi tidak akan terlalu besar sehingga masih cukup menarik untuk masuk. Tentunya investor diharapkan untuk mempertahankannya jangka panjang," tambahnya. Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 4.000 ke Rp 1.403.000 Per Gram, Selasa (16/7) Dengan proyeksi tersebut, emas menjadi salah satu instrumen investasi yang sangat bisa dipertimbangkan. Untuk yang baru memulai investasi di emas, Lukman menyarankan beberapa hal berikut: - Fokus pada tujuan investasi: Ingatlah bahwa berinvestasi emas adalah untuk jangka panjang.