KONTAN.CO.ID - Harga emas melonjak lebih dari 1% ke level tertinggi dalam tiga pekan pada perdagangan Senin (23/2/2026), setelah putusan Supreme Court of the United States yang membatalkan tarif Presiden Donald Trump melemahkan dolar AS dan memicu ketidakpastian baru dalam kebijakan perdagangan. Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,9% menjadi US$5.146,89 per ons troi pada pukul 10.10 GMT, setelah sempat menguat hingga 1,1% dan menyentuh level tertinggi sejak 30 Januari. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April melonjak 1,7% ke US$5.167,90.
Baca Juga: Goldman Sachs Naikkan Proyeksi Harga Brent ke US$60 & WTI ke US$56 Kuartal IV-2026 Pelemahan dolar membuat komoditas yang dihargakan dalam dolar seperti emas lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri, sehingga mendorong permintaan safe haven. Analis independen Ross Norman mengatakan pemulihan harga emas dan perak didorong oleh kekhawatiran serta kebingungan pasar terkait arah kebijakan tarif. Selain itu, data pertumbuhan ekonomi yang lemah turut menjadi faktor pendukung kenaikan. Tarif Baru 15% Tambah Ketidakpastian Setelah Mahkamah Agung memutuskan bahwa Trump melampaui kewenangannya dalam menerapkan tarif global, Trump merespons dengan menetapkan tarif impor menyeluruh sebesar 15% batas maksimum yang diizinkan undang-undang serta menegaskan bahwa kesepakatan dagang dengan hampir 20 negara tetap berlaku. Norman menilai, setelah sempat mencetak rekor tertinggi awal tahun ini, emas kini menunjukkan tanda-tanda melanjutkan tren bullish jangka panjang, meski dengan kenaikan yang lebih terukur.
Baca Juga: India Merevisi Perjanjian Pajak Dengan Prancis, Pangkas Pajak Dividen Investor Besar Inflasi AS & Sinyal The Fed Jadi Perhatian Data pada Jumat menunjukkan inflasi inti AS meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada Desember, dengan indikasi percepatan lanjutan pada Januari. Kondisi ini berpotensi membuat Federal Reserve menunda pelonggaran suku bunga, yang bisa mengurangi daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil (
non-yielding asset). Pelaku pasar kini menantikan pernyataan sejumlah pejabat The Fed pekan ini guna mencari petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya. Selain faktor tarif dan inflasi, pasar global juga mencermati ketegangan AS–Iran. Iran disebut bersedia memberikan konsesi dalam program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi dan pengakuan hak pengayaan uranium.
Baca Juga: Dolar Melemah Usai Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump Senin (23/2/2026) Logam Mulia Lain Ikut Menguat
Kenaikan juga terjadi pada logam mulia lainnya:
- Perak spot melonjak 2,6% ke US$86,73 per ons troi, tertinggi lebih dari dua pekan.
- Platinum naik tipis 0,3% menjadi US$2.163,64 per ons troi.
- Palladium bertambah 1,8% ke US$1.779,81 per ons troi.
Dengan kombinasi ketidakpastian kebijakan perdagangan, risiko geopolitik, serta dinamika suku bunga AS, emas kembali menjadi instrumen lindung nilai utama bagi investor global.