Emas spot ditutup menguat, didorong penurunan imbal hasil obligasi AS dan dolar AS



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas naik tipis dalam perdagangan yang fluktuatif. Emas didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) dan dolar AS yang lebih lemah, meskipun selera risiko yang kuat di pasar saham menahan kenaikan emas batangan.

Rabu (27/10), harga emas spot ditutup naik 0,2% menjadi US$ 1.796,81 per ons ons troi, setelah jatuh sebanyak 0,6% di awal sesi.

Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2021 menguat 0,3% ke US$ 1.798,80 per ons troi.


"Kita berada dalam periode konsolidasi untuk emas, tetapi saya pikir pada akhirnya pengetatan kebijakan dan kekhawatiran inflasi akan positif untuk logam mulia," kata Edward Moya, Senior Market Analyst di broker OANDA.

"Laporan kinerja cukup mengesankan, dan itu mengejutkan banyak orang. Saham teknologi AS adalah tempat favorit bagi banyak investor, yang mengurangi permintaan akan tempat berlindung yang aman saat ini," lanjut Moya.

Nafsu pelaku pasar untuk aset berisiko tetap kuat setelah laporan kinerja kuartalan yang kuat dari Google Alphabet Inc dan Microsoft Corp yang mengangkat indeks Nasdaq.

Baca Juga: Kilau emas terus turun tertekan US Treasury ke level US$1,786.2

Di sisi lain, indeks dolar AS yang turun 0,2% terhadap para pesaingnya turut membantu penguatan emas. Ini membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Sedangkan, imbal hasil US Treasury tenor acuan 10-tahun tergelincir di bawah 1,6%, dan berada di level terendah hampir dua minggu, yang akhirnya mengurangi biaya peluang memegang emas batangan yang tidak menghasilkan.

Investor sekarang menunggu pertemuanĀ  European Central Bank (ECB) yang digelar hari ini dan pertemuan kebijakan Federal Open Market Committee pada 3 November untuk petunjuk lebih lanjut tentang timeline waktu pengurangan aset.

ECB diperkirakan akan mempertahankan kebijakan tidak berubah dan meninggalkan keputusan tentang program pembelian obligasi darurat pandemi hingga pertemuan bulan Desember.

Emas yang sering dianggap sebagai aset lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus ekonomi dan suku bunga yang lebih tinggi mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan biaya peluang memegang emas.

Di tempat lain, harga perak malah melemah 0,1% menjadi US$ 24,10 per ons troi.

Analis StoneX Rhona O'Connell mengatakan, minat pada perak sedang membangun pasar profesional dan itu menjadi pertanda baik untuk emas.

Selanjutnya: Wall Street melemah, S&P 500 dan Dow Jones terseret saham cyclical

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari