KONTAN.CO.ID - Harga emas melemah pada perdagangan Selasa (28/7/2026) seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Pelaku pasar juga memilih bersikap hati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed) yang diperkirakan akan memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga. Mengutip
Reuters, harga emas spot turun 0,5% menjadi US$ 4.056,03 per ons troi pada pukul 01.10 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga melemah 0,5% ke level US$ 4.056,70 per ons troi.
Baca Juga: Ratusan Boeing 737 MAX di AS Bermasalah, FAA Minta Maskapai Perbaiki Pemasangan Kursi Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Indeks dolar bertahan di dekat level tertinggi dalam satu bulan karena investor memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed pekan ini. Dolar yang lebih kuat membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. The Fed memulai rapat kebijakan moneternya selama dua hari pada Selasa dan secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pengumuman yang dijadwalkan Rabu. Meski demikian, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga masih meningkat. Berdasarkan data CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kali ini mencapai 36,3%, naik dari 16% sepekan lalu.
Baca Juga: Hong Kong Jadi Ladang Pendanaan Raksasa Teknologi China, Dana Tembus US$ 27,13 Miliar Sementara itu, pasar memperkirakan peluang 81% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak The Fed agar memangkas suku bunga. Menurut Trump, AS seharusnya memiliki tingkat suku bunga terendah di dunia. Dari sisi geopolitik, Trump mengatakan AS tengah melakukan "pembicaraan yang baik" dengan Iran dan masih ada peluang tercapainya kesepakatan terkait konflik kedua negara. Namun, ia memperingatkan bahwa serangan militer AS dapat kembali dilakukan apabila perundingan gagal membuahkan hasil.
Meski Trump menyampaikan optimisme, ketegangan di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya mereda. Arab Saudi, Yordania, dan Irak melaporkan adanya serangan pesawat nirawak (drone) pada Senin, yang menunjukkan situasi keamanan masih rapuh.
Baca Juga: Menyusul KOSPI, Indeks Nikkei Jepang Rontok Lebih dari 3%, Selasa Pagi Ini (28/7) Sementara itu, data Biro Sensus dan Statistik Hong Kong menunjukkan impor bersih emas China melalui Hong Kong pada Juni meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, secara bulanan angkanya turun lebih dari 5% dibandingkan Mei. Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1,7% menjadi US$ 57,39 per ons, platinum melemah 0,8% ke US$ 1.608,20 per ons, sedangkan paladium turun 1,5% menjadi US$ 1.272,25 per ons.