KONTAN.CO.ID - Harga emas bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat (27/2/2026), seiring investor mencermati perkembangan terbaru perundingan nuklir antara United States dan Iran, sementara penguatan dolar AS membatasi kenaikan logam mulia tersebut. Melansir Reuters, harga emas spot tercatat di US$5.187,39 per ons troi pada 0146 GMT, setelah sempat menyentuh level tertinggi lebih dari tiga pekan pada Selasa. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April naik 0,2% ke US$5.204,10 per ons.
Baca Juga: Hakim AS Tolak Permintaan Arbitrase Binance, Gugatan Nasabah Kripto Tetap Jalan Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi tiga minggu, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain faktor yang menahan reli lebih lanjut. Pasar Tunggu Terobosan Diplomatik Perundingan antara AS dan Iran yang berlangsung di Geneva menunjukkan kemajuan, menurut mediator Oman. Namun, pembicaraan berjam-jam itu belum menghasilkan terobosan yang jelas untuk meredakan ketegangan, di tengah peningkatan kekuatan militer AS di kawasan. Ketidakpastian geopolitik biasanya mendukung permintaan aset safe haven seperti emas. Namun kali ini, pasar tampak menunggu sinyal yang lebih konkret sebelum mengambil posisi agresif.
Baca Juga: China Pangkas Rasio Cadangan Risiko Valas Jadi 0%, Biaya Beli Dolar Turun Faktor The Fed dan Suku Bunga Dari sisi domestik AS, data menunjukkan klaim pengangguran naik tipis pekan lalu, sementara tingkat pengangguran Februari relatif stabil mencerminkan pasar tenaga kerja yang masih solid. Spekulasi kebijakan moneter juga menjadi sorotan. Pasar saat ini memperkirakan tiga kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin tahun ini dari Federal Reserve, berdasarkan CME FedWatch Tool milik Chicago Mercantile Exchange. Namun jalur penurunan suku bunga bisa menjadi lebih sempit jika ekonomi AS tetap kuat dan para pembuat kebijakan mengadopsi sikap lebih hawkish. Nama Kevin Warsh, calon ketua The Fed, juga menjadi perhatian karena dinilai mungkin tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga. Secara teknikal, analis Reuters Wang Tao menyebut emas bergerak netral dalam kisaran US$5.158–US$5.201 per ons troi. Penembusan dari rentang ini dapat menentukan arah berikutnya, dengan bias jangka pendek cenderung ke atas menuju US$5.243 atau lebih tinggi.
Baca Juga: Paramount Skydance Ungguli Netflix dalam Perburuan Warner Bros Logam Mulia Lainnya Di pasar logam lainnya, perak spot naik 0,6% ke US$88,81 per ons troi setelah mencetak level tertinggi tiga minggu. Platinum menguat 0,6% ke US$2.286,53, sementara palladium bertambah 0,5% ke US$1.794,13. Dengan kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan moneter, arah emas selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil negosiasi diplomatik serta ekspektasi pasar terhadap langkah The Fed dalam beberapa bulan ke depan.