Emas tembus koreksi ke bawah US$ 1.250



JAKARTA. Meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga AS pada Maret 2017 jadi ganjalan utama bagi pergerakan harga emas spot.

Mengutip Bloomberg, Kamis (2/3) pukul 15.09 WIB harga emas kontrak pengiriman April 2017 di Commodity Exchange tergerus 0,35% ke level US$ 1.245,60 per ons troi dibanding hari sebelumnya.

Harapan optimis akan peluang kenaikan suku bunga The Fed di bulan ini datang setelah salah satu Gubernur The Fed, Lael Brainard memberikan gambaran positif akan perekonomian domestik AS.


Ia pun mendukung naiknya suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Maka tidak heran USD kembali diunggulkan dan harga emas terkikis.

Sebab pernyataan hawkish itu tidak hanya dilayangkan oleh Brainard tapi juga Presiden The Fed Negara Bagian New York, William Dudley dan Presiden The Fed Negara Bagian San Francisco, John Williams.

“Reli tidak hanya terjadi pada USD tapi juga di pasar keuangan dan ini jelas mengikis kekuatan harga emas sehingga kembali ke bawah US$ 1.250 per ons troi,” kata Edward Lashinski, Chief Executive Officer Rising Glory Finance seperti dikutip dari Bloomberg.

Kini pasar menanti penegasan dari pidato Gubernur The Fed Janet Yellen dan Wakilnya, Stanley Fischer pada akhir pekan mendatang. Penantian pasar ini turut ikut menambah panjang beban harga emas di pasar global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto