Emerging market mengkilap tutup pekan ini



JAKARTA. Pasar saham di negara-negara berkembang (emerging markets) menuju pekan terbaik dalam delapan bulan, Jumat (17/3). Mengikuti reli pasar global didorong langkah The Fed yang memutuskan untuk tidak mempercepat jadwal kenaikan suku bunga di masa depan.

Mulai dari pasar Malaysia sampai ke Turki semuanya menghijau, sementara pasar saham di Jakarta menyentuh rekor terbaru. Saham Tokyo merosot, membebani indeks MSCI Asia Pacific setelah membukukan kenaikan terbesar sejak November.

Mengutip Bloomberg, indeks MSCI Emerging Markets naik 0,2 %, membawa reli selama sepekan untuk 4,2 %, jauh melampaui kenaikan 1,3 % untuk indeks MSCI World All-Country.


IHSG naik sebanyak 0,7 % ke rekor sebelum akhirnya ditutup sedikit menghapus penguatan. Indeks Sensex India naik 0,3 %, atau menguat 2,6 % sepekan. Kospi Korea Selatan dan Taiwan Taiex melonjak 0,7 %.

Hong Kong Hang Seng dan Indeks China Enterprises Hang Seng sedikit berubah setelah melonjak terbesar sejak Mei, Kamis (16/3) kemarin.

Sementara itu, indeks Stoxx Europe 600 turun 0,4 % pada pukul 08:25 waktu London, pengupas keuntungan mingguan setelah mencapai level penutupan tertinggi sejak Desember 2015 pada hari Kamis.

Indeks MSCI Asia Pacific melemah 0,2 %, setelah penutupan Kamis di tertinggi sejak Juni 2015. Jepang Topix turun 0,4 %, capping penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari sebulan.

Di sisi lain, dollar Amerika Serikat masih tak berdaya pasca keputusan FOMC. Bloomberg Dollar Spot Index naik tipis 0,1% setelah turun 0,2% pada sesi sebelumnya. Indeks dollar ini telah turun 1,2% yang merupakan pelemahan terbesar sejak periode yang berakhir pada 3 Februari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto