KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri BUMN Erick Thohir menjanjikan pembagian dividen emiten BUMN capai Rp 60 triliun melebihi target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo sebesar Rp 50 triliun. Analis Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian menilai bahwa dividen memang menarik untuk dicermati. Tetapi, pembagian dividen ini lebih cocok untuk investor jangka panjang yang mengharapkan pembagian rutin setiap tahunnya. “Investor perlu mempelajari fundamental serta prospek emiten BUMN dalam jangka panjang yang rajin membagikan dividen,” kata Fajar.
Baca Juga: Pilih-Pilih Saham BUMN yang Sehat Jelang Pembagian Dividen Jumbo Head of Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas menambahkan untuk saham yang memberikan dividen jumbo, sebaiknya memperhatikan tren harga. Investor juga perlu memperhitungkan potensi dividen yang didapat serta risiko penurunan harga setelah tanggal cum dividen. "Sebagai contoh saham coal yang pasti dividennya akan besar nantinya, tapi secara tren harga sedang dalam tren penurunan," tambah Sukarno. Sukarno menilai salah satu saham BUMN yang kurang menarik saat ini adalah sektor konstruksi sehingga investor harus wait and see dari sisi pergerakannya dan melihat sentimen positif ke depannya. "Kita harus menunggu geraknya benar-benar uptrend juga," kata Sukarno. Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Menunda Pembayaran Bunga Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV