KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gejolak geopolitik yang terjadi di sejumlah negara dan penutupan Selat Hormuz bakal memperburuk kinerja PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES). Meski begitu, emiten yang bergerak di bidang distribusi bahan kimia dan bahan baku ini mengaku telah melakukan sejumlah langkah strategis untuk meminimalkan dampak terhadap operasional dan kinerja keuangan. Menurut Kiki Rusmin Sadrach, Presiden Direktur Kusuma Kemindo Sentosa dalam keterbukaan informasi di BEI, meningkatnya gejolak politik yang terjadi di sejumlah negara dan adanya penutupan Selat Hormuz berpotensi menurunkan pasokan minyak mentah (crude oil) dan gas dari kawasan Timur Tengah. "Hal ini berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap ketersediaan produk-produk kimia yang diimpor dan didistribusikan oleh perusahaan dari negara Asia dan Eropa,” jelas dia pada 16 Maret 2026. Baca Juga: Garuda Indonesia Targetkan 2026 Jadi Titik Balik, Siap Operasikan 118 Unit Armada
Emiten Distributor Bahan Kimia Ini Siapkan Strategi Usai Penutupan Selat Hormuz
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gejolak geopolitik yang terjadi di sejumlah negara dan penutupan Selat Hormuz bakal memperburuk kinerja PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES). Meski begitu, emiten yang bergerak di bidang distribusi bahan kimia dan bahan baku ini mengaku telah melakukan sejumlah langkah strategis untuk meminimalkan dampak terhadap operasional dan kinerja keuangan. Menurut Kiki Rusmin Sadrach, Presiden Direktur Kusuma Kemindo Sentosa dalam keterbukaan informasi di BEI, meningkatnya gejolak politik yang terjadi di sejumlah negara dan adanya penutupan Selat Hormuz berpotensi menurunkan pasokan minyak mentah (crude oil) dan gas dari kawasan Timur Tengah. "Hal ini berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap ketersediaan produk-produk kimia yang diimpor dan didistribusikan oleh perusahaan dari negara Asia dan Eropa,” jelas dia pada 16 Maret 2026. Baca Juga: Garuda Indonesia Targetkan 2026 Jadi Titik Balik, Siap Operasikan 118 Unit Armada
TAG: