Emiten Grup Erajaya: ERAA dan ERAL Raup Kinerja Solid, Cermati Prospeknya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten dari grup Erajaya, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) mencatatkan kinerja solid pada periode Januari hingga September 2026.

Emiten di sektor ritel, ERAA mencatatkan penjualan Rp 63,97 triliun per akhir kuartal II-2026, meningkat 22,16% secara tahunan (yoy). Sementara laba bersih tumbuh lebih tinggi 38,5% yoy ke posisi Rp 1,08 triliun.

Anak usahanya, ERAL juga mencetak kenaikan penjualan 44,76% yoy menjadi Rp 6,21 triliun per kuartal III-2026. Laba bersih ERAL juga melesat 55,08% yoy menjadi Rp 193,84 miliar. 


Baca Juga: Erajaya (ERAA) Raup Laba Rp 495,6 Miliar di Kuartal I-2026, Melonjak 133%

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengatakan pertumbuhan laba bersih ERAA yang mencapai 38,5% atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan sebesar 22,17% menunjukkan adanya perbaikan profitabilitas.

Hal ini didukung oleh peningkatan margin laba kotor dari 11,2% menjadi 11,4%, serta perbaikan bauran produk atau product mix.

Penjualan produk ponsel dan tablet memang masih menjadi kontributor terbesar, tetapi segmen ini memiliki margin relatif lebih rendah. Sebaliknya, produk aksesoris, komputer, elektronik konsumen, serta active dan lifestyle memiliki margin yang lebih tinggi. 

Pertumbuhan penjualan komputer dan elektronik konsumen yang mencapai sekitar 79,9% serta lini active dan lifestyle turut mendukung peningkatan profitabilitas.

Baca Juga: Penjualan Gerai Erajaya (ERAA) Mulai Pulih, Terdorong Erablue, Xpeng & Produk Baru

"Dengan demikian, pertumbuhan laba ERAA tidak hanya ditopang oleh kenaikan volume penjualan, tetapi juga oleh kontribusi segmen dengan margin yang lebih baik dan efisiensi operasional," kata Alrich kepada Kontan, Jumat (30/11/2026).

Sementara itu, kinerja ERAL yang tumbuh kuat mencerminkan ekspansi bisnis dan diversifikasi portofolio produk yang semakin luas. ERAL tidak hanya mengandalkan satu kategori produk, tetapi juga mengembangkan bisnis di segmen gaya hidup aktif, perangkat elektronik, hingga mobilitas dan kendaraan listrik.

Hingga September 2026, penjualan ERAL tumbuh 44,76% menjadi Rp 6,21 triliun. Pertumbuhan laba bruto sebesar 46,5% menjadi Rp1,12 triliun bahkan lebih tinggi daripada pertumbuhan penjualan. Sementara itu, laba usaha meningkat 69,5% menjadi Rp 301,05 miliar.

Artinya, peningkatan kinerja ERAL tidak semata-mata berasal dari ekspansi penjualan, tetapi juga menunjukkan adanya perbaikan kontribusi laba dan skala operasional. 

"Ke depan, keberhasilan mengembangkan jenama dan kategori produk baru, memperluas jaringan distribusi, serta menjaga efisiensi akan menjadi faktor penting untuk mempertahankan pertumbuhan tersebut," ucap Alrich.