KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kabar baik bagi pemegang saham emiten grup Salim. Pasalnya emiten grup Salim kompak mengumumkan pembagian dividen dari buku tahun 2025 setelah rangkaian Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 25–26 Juni 2026. Di sektor sawit, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (
LSIP) menetapkan dividen tunai Rp 83 per saham yang akan dibayarkan pada 24 Juli 2026. Sebagai gambaran, LSIP membukukan kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar 28% secara year on year (yoy) menjadi Rp 1,89 triliun per Desember 2025.
Baca Juga: Harga Bergerak di Bawah Rp 5.000, Komisaris Astra (ASII) Rajin Borong Saham Penjualan LSIP tercatat sebesar Rp 5,51 triliun sepanjang tahun 2025, naik 21% year on year (yoy) dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 4,56 triliun. Pada penutupan Jumat (26/6/2026), harga saham LSIP ditutup turun 1,86% di Rp 1.320 per saham. Sehingga jika menggunakan acuan harga tersebut maka yield dividen LSIP sebesar 6,29%. Sementara PT Salim Ivomas Pratama Tbk (
SIMP) akan membagikan dividen Rp 26 per saham dengan jadwal pembayaran 28 Juli 2026. Jumat harga saham SIMP stagnan di Rp 550 per saham. Sehingga yield dividen SIMP sebesar 4,73%. Pembagian dividen tersebut setelah SIMP mengantongi kenaikan laba bersih sebesar 33% YoY menjadi Rp 2,07 triliun. Penjualan tercatat sebesar Rp 21,06 triliun sepanjang tahun 2025, naik 32% YoY dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 15,96 triliun. Di sektor konsumer, emiten grup Salim juga berencana membagi dividen adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (
INDF). Emiten ini akan membagikan dividen senilai Rp 290 per saham, yang akan dibayarkan pada 29 Juli 2026. Pada penutupan perdagangan Jumat (26/6/2026), harga saham INDF berada di level Rp 6.725 per saham. Dus, potensi dividen yield yang akan dibagikan mencapai 4,3% Pembagian dividen ini juga telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) INDF yang digelar pada Jumat. Grup Salim percaya diri bagi dividen lantaran INDF mencatat kinerja positif pada kuartal I-2026 di tengah tekanan global. Laba bersih INDF tumbuh 9% menjadi Rp 2,92 triliun per Maret 2026, dari Rp 2,72 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Pemulihan IHSG dinilai Akan Ditentukan Reformasi Struktural Sementara, penjualan neto konsolidasi sebesar Rp 33,89 triliun, tumbuh 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 31,56 triliun. Sementara PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (
ICBP) membagikan dividen Rp 265 per saham dengan yield sekitar 4,02% pada harga Rp 6.600 per saham. Dividen ini akan dibagikan pada 28 Juli 2026.
Berbeda dengan INDF, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ICBP turun 3% secara tahunan menjadi Rp 2,57 triliun pada kuartal I-2026, dibandingkan periode sebelumnya yakni Rp 2,66 triliun. Jika digabungkan dalam satu perbandingan, emiten Grup Salim dari sektor sawit hingga konsumer menunjukkan pola yang relatif konsisten dalam memberikan dividen dengan kisaran yield 4%–6%. Namun, LSIP menjadi yang paling menonjol dengan imbal hasil tertinggi, disusul SIMP, kemudian INDF dan ICBP. Nah kalau Anda akan pilih yang mana? Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News