Emiten Hotel dan Resor Bersiap Tuai Berkah Selama Libur Lebaran 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten yang bergerak di sektor perhotelan dan resor diperkirakan akan menikmati peningkatan kinerja pada momentum libur Lebaran tahun 2026.

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menilai prospek sektor perhotelan cenderung positif seiring potensi lonjakan tingkat okupansi selama periode libur Lebaran. 

Peningkatan tersebut didorong oleh berbagai faktor, seperti penawaran paket promosi, penerapan tarif musiman, serta meningkatnya mobilitas wisatawan domestik yang berpotensi menjadi katalis bagi pertumbuhan pendapatan hotel dan resor.


Baca Juga: Perkuat Kinerja, Bumi Resources (BUMI) Segera Garap Tambang Mineral yang Diakuisisi

Senior Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas juga mengungkapkan prospek kinerja emiten sektor hotel dan resor berpotensi membaik pada momentum libur Lebaran 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas wisata domestik selama periode libur panjang. 

"Kondisi ini umumnya mendorong kenaikan tingkat okupansi hotel, tarif kamar (ADR), serta pendapatan dari fasilitas rekreasi dan resor," ucap Sukarno.

Pilihan Saham Analis

Dari pilihan saham, Abida berpendapat bahwa PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menjadi emiten yang paling menonjol karena eksposur ke destinasi wisata populer. Sementara emiten dengan portofolio diversifikasi seperti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), atau PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) lebih defensif terhadap fluktuasi musiman.

"Investor bisa fokus pada emiten yang mendapat manfaat langsung dari permintaan wisata domestik," kata Abida kepada Kontan, Jumat (13/3/2026).

Sukarno juga memilih PJAA sebagai salah satu emiten yang menarik dicermati. Pasalnya, PJAA mencatat pertumbuhan laba bersih yang solid pada kuartal IV-2025 maupun sepanjang tahun 2025, yang mencerminkan pemulihan aktivitas wisata dan rekreasi. 

Selain itu, valuasi saham PJAA masih relatif menarik dengan Price to Book Value (PBV) di bawah 1 kali dan Price to Earning Ratio (PER) di bawah 10 kali, sehingga membuka ruang potensi re-rating apabila kinerja operasional terus membaik. 

"Selain itu PJAA rajin bagi dividen dan menghasilkan dividend yield yangg tinggi," tambah Sukarno.

Sukarno merekomendasikan buy saham PJAA dengan target harga di level Rp 625. Target ini didukung oleh prospek peningkatan kinerja selama musim liburan, fundamental yang solid, serta valuasi yang masih relatif murah dibandingkan potensi pertumbuhan ke depan.

Secara terpisah, Direktur Operasional PJAA, Eddy Prastiyo, menyatakan pihaknya optimistis tingkat okupansi hotel yang dikelola perusahaan dapat mencapai 80%–90% selama periode libur Lebaran 2026. Ia juga memperkirakan tingkat kunjungan akan meningkat, terutama pada periode long weekend saat libur Lebaran.

Baca Juga: IHSG Masih Rawan Koreksi pada Senin (16/3/2026), Simak Rekomendasi Sahamnya

Eddy menjelaskan bahwa karakteristik hotel yang berada di kawasan destinasi wisata, seperti yang dimiliki perusahaan, berbeda dengan hotel bisnis yang berlokasi di pusat kota. Menurutnya, tingkat hunian hotel di kawasan wisata cenderung lebih rendah pada hari kerja, namun meningkat signifikan saat akhir pekan.

"Ancol ini kan hotel-hotel destinasi wisata gitu, beda sama hotel bisnis yang di tengah pusat kota. Jadi memang kebalikannya kalau di kami itu di weekday yang agak sepi, agak low. Tapi di weekend, karena ini hotel di tempat wisata, jadi lebih tinggi dibanding hotel yang di pusat kota," kata Eddy saat ditemui Kontan, Kamis (12/3/2026).

Disamping itu, Ancol juga menargetkan kunjungan sebanyak 600.000 orang selama periode libur Lebaran 2026 yang berlangsung dari 19 Maret hingga 3 April 2026. Target kunjungan tahun ini meningkat sekitar 10% dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

Untuk menggaet jumlah pengunjung, Ancol menghadirkan rangkaian pekan liburan Lebaran bertajuk Festival Raya Kemenangan. Sebuah perayaan kebersamaan yang menghadirkan beragam hiburan dan aktivitas rekreasi untuk seluruh keluarga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News