Kesehatan keuangan emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi masih tergolong sehat. Rasio utang terhadap ekuitas atawa debt to equity ratio (DER) dari empat emiten, yakni PT Wijaya Karya Tbk, PT Wakista Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, dan PT PP Tbk itu masih di bawah covenant yang ditetapkan. Sebenarnya, tidak ada patokan berapa DER yang ideal. Soalnya, masing-masing emiten memiliki karakteristik yang berbeda. Mekanisme pembayaran tiap emiten juga berbeda. Ada yang dominan dengan mekanisme pembayaran terima jadi (turn key), ada juga yang berdasarkan progres dalam termin tertentu. Oleh sebab itu, selama masih berada di bawah covenant perbankan, maka kesehatan keuangannya masih tergolong baik.
Emiten konstruksi masih sehat
Kesehatan keuangan emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi masih tergolong sehat. Rasio utang terhadap ekuitas atawa debt to equity ratio (DER) dari empat emiten, yakni PT Wijaya Karya Tbk, PT Wakista Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, dan PT PP Tbk itu masih di bawah covenant yang ditetapkan. Sebenarnya, tidak ada patokan berapa DER yang ideal. Soalnya, masing-masing emiten memiliki karakteristik yang berbeda. Mekanisme pembayaran tiap emiten juga berbeda. Ada yang dominan dengan mekanisme pembayaran terima jadi (turn key), ada juga yang berdasarkan progres dalam termin tertentu. Oleh sebab itu, selama masih berada di bawah covenant perbankan, maka kesehatan keuangannya masih tergolong baik.