Emiten menara tersandung kasus hukum, ini alasan tetap buy sahamnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua perusahaan menara, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) tersandung kasus hukum terkait dengan suap menyuap dengan Bupati Mojokerto. Belum ketahuan, siapa yang terbukti bersalah. Apakah oknum karyawan atau melibatkan sistem yang lebih luas. Dalam kondisi seperti ini, bagaimana sebaiknya investor?

William Surya Wijaya, Vice President Research Departmen Indosurya Bersinar Sekuritas menyatakan dilihat secara kinerja emiten, kedua perusahaan ini masih memiliki prospek yang bagus. Selain itu, kebutuhan jasa menara oleh operator telekomunikasi juga masih cukup tinggi. “Prospek dalam jangka panjang masih oke,” kata William di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/5).

Terkait dengan kasus hukum yang menimpa, dia berharap agar regulator bisa mengusutnya dengan clear dan clean. Hal ini agar informasi negatif tersebut tidak menjadi bola salju yang bisa bergerak liar. Pada akhirnya bisa menjatuhkan harga saham emiten.


“Harus ada praduga tidak bersalah, regulator juga harus tuntas. Mereka harus aware dengan masa depan perusahaan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, jangan sampai persoalan tanpa informasi yang tuntas bisa menjatuhkan harga saham. Untuk itu, transparansi harus dijunjung. Dengan adanya kasus tersebut, dia melihat harga saham kedua perusahaan menara itu jadi terdiskon lebih murah. Dari kedua emiten, William masih melihat TBIG lebih likuid.

William merekomendasikan buy saham TBIG dengan target harga 8.000 dan TOWR dengan target harga 4.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia