Emiten perkebunan ekspansi pabrik dan lahan kebun



JAKARTA. Harga minyak sawit mentah (CPO) yang cenderung melandai dalam beberapa waktu terakhir tidak menyurutkan sejumlah emiten perkebunan melakukan ekspansi tahun depan.

Ambil contoh, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). Santosa, Direktur Keuangan AALI mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah ekspansi di tahun depan. Ekspansi itu antara lain pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS), pabrik pengilangan minyak sawit (refinery), serta akuisisi lahan.

"Kami akan alokasikan belanja modal US$ 275 juta hingga US$ 300 juta tahun depan" ujar dia, Rabu (28/11). Alokasi belanja modal tersebut lebih besar dari tahun ini. Hingga akhir 2012, belanja modal AALI yang akan terserap diprediksi sekitar US$ 250 juta.


Menurut Santosa, salah satu ekspansi AALI tahun depan adalah membangun pabrik kelapa sawit berkapasitas 45 juta per jam. Investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik ini sekitar US$ 15 juta ton.

Tahun depan, AALI juga mulai mengoperasikan empat pabrik kelapa sawit baru. Pabrik itu berlokasi di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah. Masing-masing pabrik berkapasitas 45 ton per jam.

Dengan tambahan kapasitas itu, kemampuan produksi semua pabrik Astra Agro Lestari bakal bertambah menjadi 1.230 ton per jam. Selain pabrik baru, tahun depan, perusahaan perkebunan milik Grup Astra ini juga akan membangun refinery berkapasitas 2.000 ton per hari. Total investasinya menapai US$ 75 juta.

"Selain itu, kami akan akuisisi lahan seluas 2.000 hektare untuk menanam karet," imbuh Santosa. Akuisisi lahan tersebut dalam rangka diversifikasi usaha. Lokasi lahan berada di Kalimantan. Cuma, Santosa belum mau membeberkan bentuk diversifikasi usaha AALI itu.

Yang jelas, selain di Kalimantan, AALI juga akan menyiapkan diversifikasi usaha dengan menggarap perkebunan tebu di Papua. Tak cuma AALI, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Tbk (LSIP) juga akan berekspansi di tahun depan. LSIP akan menambah areal tanam sebanyak 4.000 hektare hingga 5.000 hektare.

Hingga September 2012, total areal tanam LSIP mencapai 102.786 hektare. "Biaya investasinya itu US$ 5.000 per hektare," tutur Sonny Lianto, Wakil Presiden Direktur LSIP. Dengan demikian, LSIP akan merogoh kocek sekitar Rp 237,5 miliar untuk ekspansi kebun.

Sementara, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) akan mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 1 triliun untuk pengembangan bisnis tahun depan. Achmad Hadi Fauzan, Direktur Currrent Affair SGRO menjelaskan, perseroan akan melakukan pengembangan 10.000 hektare lahan sawit, 2.000 hektare lahan sagu, dan 50.000 hingga 60.00 hektare lahan karet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie