Emiten pilih pembiayaan lewat obligasi



JAKARTA. Strategi pendanaan melalui obligasi menjadi pilihan paling menarik. Kupon obligasi yang rendah menjadi alasan para emiten. Bahkan di bulan Mei ini, nilai penawaran obligasi korporasi mencapai Rp 6 triliun. Empat korprasi yang menerbitkan obligasi selama bulan ini adalah PT BII Finance, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Toyota Astra Finance dan PT BFI Finance.

Head of Debt Capital Market PT Trimegah Securities Herdi Ranuwibowo mengatakan, bunga obligasi bisa lebih rendah 75-125 basis poin (bps) daripada bunga kredit, yang berjangka waktu sama.

Proses penerbitan obligasi juga jauh lebih cepat daripada pengajuan kredit perbankan. Apalagi kini, korporasi bisa memanfaatkan mekanisme penawaran umum berkelanjutan (PUB). Mekanisme itu memungkinkan penawaran tahap kedua relatif lebih cepat karena izin dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) hanya dikeluarkan sekali di tahap awal. Sedang pemrosesan kredit bank memakan waktu enam bulan, bahkan, lebih.


Direktur BFI Finance Indonesia, Cornelius Henry, menuturkan, kupon obligasi bisa lebih murah sekitar 1%-2% dibandingkan bunga kredit perbankan. Tahun ini, BFI menawarkan obligasi berkelanjutan (PUB) dengan nilai emisi total Rp 1,2 triliun. Waktu penerbitan obligasi terentang selama dua tahun, sejak mengantongi pernyataan efektif.

Di tahap pertama, BFI menargetkan bisa mengantongi dana Rp 500 miliar. Obligasi itu ditawarkan dalam tiga seri. Masing-masing seri A dengan tenor 370 hari, dan memberi indikasi kupon 7%-7,25%. Lalu, seri B tenor dua tahun, dengan indikasi bunga 7,5% - 8,25%.Terakhir, seri C tenor tiga tahun 8% - 9%.

Sekitar 60% hasil penerbitan obligasi dialokasi untuk menutup kebutuhan modal kerja pembiayaan konsumen. Lalu, 40% yang tersisa digunakan untuk menutup kebutuhan modal kerja. Obligasi BFI mendapat peringkat A dari Fitch Ratings.

BFI dibantu PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, PT Kim Eng Securities, dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk sebagai penjamin pelaksana efek.

Lewat kas internal

Masa penawaran awal atau bookbuilding dilakukan 8 - 22 Mei 2012. Pernyataan efektif dari Bapepam LK diharap bisa dikantongi 4 Juni 2012. Masa penawaran 6-7 Juni 2012. Penjatahan dijadwalkan pada 8 Juni 2012 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Juni 2012.

Emiten yang mempunyai kas memadai, memang lebih suka mendanai ekspansi atau pelunasan utang dengan kas. Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, mengatakan perusahaan yang memanfaatkan kas internal tidak tergantung pada pihak ketiga.

PT BNI Securities salah satunya. Mereka memutuskan menggunakan dana kas untuk mendanai margin trading. Sebelumnya, margin trading dibiayai dari obligasi. Jimmy Nyo, Presiden Direktur BNI Securities mengatakan telah melunasi utang obligasi tahun 2007 yang jatuh tempo 10 Mei 2012 senilai Rp 309 miliar. Nilai itu mencakup pokok, yaitu Rp 300 miliar, plus bunga.

"Kami sudah membayarkan ke rekening bank pembayar," ujar Jimmy. Obligasi tersebut tenor lima tahun dengan kupon 12% sedangkan peringkat obligasi adalah A-.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News