JAKARTA. Beberapa emiten dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) gencar meluncurkan surat utang berdenominasi dollar Amerika Serikat atau global bonds. Sejumlah emiten menggunakan pinjaman tersebut untuk refinancing utang jatuh tempo. Liyanto Sudarso, Investment Analyst MNC Asset Manegement menyatakan ada beberapa faktor yang bisa menjadi pertimbangan emiten menggunakan fasilitas pendanaan global bonds. Diantaranya suku bunga yang lebih rendah daripada emerging market. "Nah, selain itu stabilitas mata uang dolar juga jadi pertimbangan," kata Liyanto kepada KONTAN di Jakarta, Selasa (1/8). Selain itu, prospek Indonesia dengan adanya sentimen kenaikan peringkat utang dari Standar and Poor's juga membuat pasar dalam negeri atraktif. Menurutnya, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk menerbitkan global bonds, lantaran suku bunga yang ada belum terkerek sentimen lainnya. "Setelah The Fed naik dua kali, dan terakhir Desember nanti. Ini akan jadi kesempatan melihat bagaimana stabilitas rupiah. Kalau tertekan, suku bunga bisa meningkat," kata dia.
Emiten ramai terbitkan global bonds
JAKARTA. Beberapa emiten dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) gencar meluncurkan surat utang berdenominasi dollar Amerika Serikat atau global bonds. Sejumlah emiten menggunakan pinjaman tersebut untuk refinancing utang jatuh tempo. Liyanto Sudarso, Investment Analyst MNC Asset Manegement menyatakan ada beberapa faktor yang bisa menjadi pertimbangan emiten menggunakan fasilitas pendanaan global bonds. Diantaranya suku bunga yang lebih rendah daripada emerging market. "Nah, selain itu stabilitas mata uang dolar juga jadi pertimbangan," kata Liyanto kepada KONTAN di Jakarta, Selasa (1/8). Selain itu, prospek Indonesia dengan adanya sentimen kenaikan peringkat utang dari Standar and Poor's juga membuat pasar dalam negeri atraktif. Menurutnya, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk menerbitkan global bonds, lantaran suku bunga yang ada belum terkerek sentimen lainnya. "Setelah The Fed naik dua kali, dan terakhir Desember nanti. Ini akan jadi kesempatan melihat bagaimana stabilitas rupiah. Kalau tertekan, suku bunga bisa meningkat," kata dia.