Emiten rokok masih tertekan, saham apa saja yang menarik?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham emiten rokok cenderung masih tertekan pada tahun ini. Misalnya saja PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang merosot 8,9% dalam sebulan terakhir, kemudian saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) juga terkoreksi 7,43%.

Selanjutnya saham PT Bentoel International Inv Tbk (RMBA) melemah 13,79% dalam sebulan terakhir dan PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) minus 3,01%.

Sementara itu, dalam sebulan saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) berhasil menguat 51,79%. Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, sejauh ini penurunan daya beli memberikan dampak yang cukup besar terhadap emiten rokok.


Tak hanya itu, kenaikan cukai rokok juga membuat tekanan terhadap pendapatan dari emiten rokok. Terlebih, di tengah daya beli yang mengalami penurunan akibat Covid-19.

“Seperti kita ketahui, masyarakat menengah ke bawah juga banyak mengkonsumsi rokok, sedangkan daya beli juga terpengaruh terhadap masyarakat menengah ke bawah,” kataya, Minggu (21/2).

Baca Juga: PPKM mikro berlaku hari ini, berikut sektor saham yang untung & buntung

Ke depannya, prospek dari sektor ini akan dipengaruhi oleh pengendalian Covid-19 agar masyarakat mulai melakukan konsumsi kembali. Adanya program vaksinasi bisa jadi sentimen positif untuk emiten rokok. 

Dengan harapan, vaksin Covid-19 tersebut mampu mendorong masyarakat untuk melakukan konsumsi agar daya beli mengalami kenaikkan.

Dalam hitungan Nico, emiten sektor rokok ini baru bisa bangkit pada semester dua tahun ini dengan pertimbangan Indonesia sudah mulai melakukan vaksinasi bagi masyarakat setidaknya sekitar 30% hingga 50%.

Nico menilai saham GGRM dan HMSP masih menarik secara jangka panjang dan bisa dijadikan sebagai pilihan. Namun, pelaku pasar harus tetap perhatikan sentimen yang ada di pasar. 

Selanjutnya: Menghadapi kenaikan cukai, begini rekomendasi saham rokok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi