Emiten Sinarmas kembangkan pendapatan berulang



TANGERANG. Emiten-emiten Grup Sinarmas mengencangkan ekspansi di tengah pasar properti yang masih lesu. Misal, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) mempersiapkan beberapa ekspansi tahun ini. DUTI menyiapkan belanja modal sebesar Rp 1 triliun.

Salah satu penggunaan dana belanja modal ini adalah untuk pengembangan South Gate di wilayah Tanjung Barat, Jakarta Selatan. DUTI akan membangun apartemen satu tower dan mal dengan anchor tenant AEON Mall untuk tahap awal.

Nantinya akan ada tiga tahapan pembangunan di kawasan ini. "Total investasi dari ketiga tahap pembangunan adalah Rp 2,6 triliun," kata Stevanus Hartono Adjiputro, Direktur DUTI, Jumat (2/6).


DUTI menargetkan proyek ini rampung pada 2020. Dengan pembangunan ini, DUTI berharap bisa meningkatkan porsi pendapatan berulang (recurring income) berulang menjadi 50%. Saat ini recurring income berkontribusi 44% terhadap pendapatan.

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga berencana mengembangkan beberapa proyek untuk menambah pendapatan berulang BSDE. "Proyek yang akan menambah porsi recurring income adalah melalui Green Office Park di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD)," kata lie Jani Harjanto, Direktur BSDE, kemarin. BSDE juga mengandalkan pendapatan melalui DUTI di Tanjung Barat.

Di proyek Green Office Park, BSDE membutuhkan dana Rp 250 miliarRp 300 miliar untuk pembangunan setiap tower. BSDE membidik penambahan satu tower ditahun ini.

Dari total pendapatan BSDE, porsi pendapatan berulang baru 16%-20%. BSDE mengincar porsi pendapatan berulang ini sebesar 20%-25% dalam lima tahun ke depan.

Penambahan porsi pendapatan berulang ini merupakan strategi emiten properti Grup Sinarmas ini di tengah lesunya bisnis properti dalam negeri. Tengok saja, hingga kuartal satu lalu, DUTI baru mencatatkan marketing sales sebesar Rp 150 miliar. Padahal, DUTI menargetkan marketing sales sebesar Rp 1 triliun hingga akhir tahun.

DUTI berharap bisa mengantongi marketing sales sebesar Rp 1 triliun dari penjualan landed house dan residensial sebesar 60%. Duta Pertiwi membidik sisa marketing sales melalui penjualan high rise alias apartemen.

Sementara itu, BSDE juga baru memperoleh marketing sales sebesar Rp 1,6 triliun di kuartal satu. Marketing sales ini berasal dari penjualan tanah ke Mitsubishi dan juga residensial. Padahal BSDE mengincar marketing sales pada akhir tahun bisa mencapai Rp 7,3 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia