JAKARTA. Merosotnya harga komoditas menyebabkan rapor emiten tambang jeblok. Berbagai efisiensi ditempuh, termasuk menahan ekspansi. Di tengah likuiditas yang ketat, emiten pun gencar memperbaiki profil utang jangka panjangnya. Misal PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang merestrukturisasi utang US$ 750 juta. Utang ini adalah pinjaman sindikasi beberapa bank asing dan bank lokal serta perusahaan pembiayaan pada 10 April 2012 silam. Jumlah pokok maksimal utang US$ 950 juta. BYAN dan para kreditur sepakat mengubah perjanjian fasilitas pinjaman tersebut, terutama soal jenis dan nilai fasilitas. Dalam perjanjian yang diteken Selasa (22/12) lalu, ada tiga jenis utang yang akan diubah.
Emiten tambang sibuk restrukturisasi utang
JAKARTA. Merosotnya harga komoditas menyebabkan rapor emiten tambang jeblok. Berbagai efisiensi ditempuh, termasuk menahan ekspansi. Di tengah likuiditas yang ketat, emiten pun gencar memperbaiki profil utang jangka panjangnya. Misal PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang merestrukturisasi utang US$ 750 juta. Utang ini adalah pinjaman sindikasi beberapa bank asing dan bank lokal serta perusahaan pembiayaan pada 10 April 2012 silam. Jumlah pokok maksimal utang US$ 950 juta. BYAN dan para kreditur sepakat mengubah perjanjian fasilitas pinjaman tersebut, terutama soal jenis dan nilai fasilitas. Dalam perjanjian yang diteken Selasa (22/12) lalu, ada tiga jenis utang yang akan diubah.