KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten transportasi menggeber ekspansi armada berbasis kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan hybrid untuk menangkap peluang pertumbuhan mobilitas sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. PT Blue Bird Tbk (BIRD) misalnya, melanjutkan peremajaan dan penambahan armada, sementara PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) memperluas penggunaan armada EV untuk layanan antarkota DayTrans. Pada paruh kedua 2026, BIRD tetap optimistis terhadap prospek bisnis seiring kebutuhan mobilitas masyarakat yang masih cukup kuat. Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono menyampaikan pihaknya optimis dengan prospek bisnis sampai akhir tahun sejalan dengan masih kuatnya kebutuhan terhadap transportasi darat.
“Baik untuk perjalanan harian, bisnis, antarkota, maupun konektivitas dengan moda transportasi lain,” ungkap Adrianto, kepada Kontan.co.id, belum lama ini. Dari sisi armada, BIRD tetap melanjutkan peremajaan dan penambahan armada sepanjang tahun ini. Perseroan memperluas pilihan layanan melalui peluncuran Bluebird Prime yang menyasar pelanggan dengan kebutuhan kenyamanan lebih untuk mobilitas sehari-hari.
Baca Juga: Blue Bird (BIRD) Pacu Pertumbuhan lewat Ekspansi Armada dan Layanan Bluebird Prime menggunakan armada terbaru Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid EV dan BYD E6 yang menawarkan kabin lebih lega, ruang kaki lebih luas, serta kapasitas bagasi lebih besar. “Sepanjang 2026, Bluebird Group melanjutkan peremajaan dan penambahan armada, sekaligus menghadirkan Bluebird Prime untuk mengikuti kebutuhan perjalanan masyarakat yang semakin beragam,” terangnya. Merujuk pemberitaan sebelumnya, BIRD saat ini mengoperasikan lebih dari 20.000 armada taksi. Armada tersebut terdiri dari kendaraan berbahan bakar bensin, compressed natural gas (CNG), kendaraan listrik, serta kendaraan hybrid. Khusus Toyota Innova Zenix Hybrid, sebanyak 300 unit telah ditambahkan sepanjang 2026 dan ditempatkan untuk mendukung layanan Bluebird Prime di Jakarta. Memasuki 2027, BIRD menyiapkan investasi secara terukur untuk peremajaan dan penambahan armada, termasuk kendaraan listrik dan hybrid. Investasi juga akan diarahkan pada pengembangan teknologi serta penguatan pengemudi dan tim pelayanan. Langkah elektrifikasi juga ditempuh WEHA melalui bisnis intercity shuttle DayTrans. Pada semester II-2026, perseroan mulai memperluas penggunaan armada listrik Farizon SuperVan untuk operasional antarkota.
Baca Juga: DayTrans Tambah Armada EV, WEHA Bidik Pertumbuhan 10%-15% di 2026 Sebelumnya, Daytrans telah menghadirkan delapan unit shuttle EV Farizon SuperVan untuk rute Jakarta-Semarang dan Jakarta-Cilegon, masing-masing sebanyak empat unit sejak 10 Agustus 2026. Direktur Utama WEHA, Andrianto Putera Tirtawisata menyatakan jika ketahanan operasional kendaraan ini dinilai baik, perusahaan menargetkan penambahan hingga 30 unit pada akhir tahun. “Di semester kedua ini, Daytrans berencana mengoptimalkan penggunaan armada Farizon EV Supervan untuk menekan fixed cost seiring meningkatnya volume operasional,” ungkap Andrianto. Selain elektrifikasi, WEHA juga masih menyiapkan ekspansi pada lini bus pariwisata. Penetrasi pelanggan diarahkan ke sektor dengan kebutuhan transportasi rutin, seperti minyak dan gas serta kawasan permukiman. Meski demikian, penambahan armada akan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kelayakan investasi ke depan.
Sambil memantau situasi pasar, WEHA akan mengoptimalkan utilisasi armada yang ada melalui sinergi antar lini White Horse, DayTrans, dan Explorer.ID. Dengan berbagai strategi tersebut, WEHA masih berupaya mengejar pertumbuhan kinerja sebesar 10%-15% hingga akhir 2026. Namun, perseroan tidak mengejar pertumbuhan pendapatan secara agresif dan lebih berfokus memperbaiki margin perusahaan.
Baca Juga: WEHA Ekspansi ke Kendaraan Listrik, Daytrans Bidik 30 Unit EV Farizon SuperVan Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News