Empat bank BUMN setor dividen Rp 18,5 triliun ke negara dari laba bersih 2018



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Empat bank pelat merah telah rampung menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan memutuskan untuk membagikan dividen dari laba bersih yang diraup pada tahun 2018.

Keempat bank tersebut membagikan dividen dari laba bersih 2018 sebesar Rp 31,63 triliun. Jumlah ini meningkat 15,5% dari dividen tahun lalu sebesar Rp 27,37 triliun.

Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas di keempat bank tersebut akan menerima bagian dividen Rp 18,5 triliun. Angka ini meningkat 12,8% dari bagian laba yang diperoleh pada tahun 2017 sebesar Rp 16,14 triliun.


Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN, anggota indeks Kompas100) yang digelar Jumat (17/5) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 561 miliar atau dengan rasio 20% dari laba bersih tahun 2018 sebesar Rp 2,8 triliun. Dividen itu setara Rp 53,29 per lembar.

Jumlah dividen itu tidak berubah dari tahun sebelumnya. Tahun 2017, BTN membagikan dividen yang sebesar 20% dari total laba bersih tahun 2017 yang sebesar Rp 3,02 triliun.

Direktur Collection & Asset Management BTN Nixon Napitupulu yang merangkap sebagai Plt Direktur Keuangan BTN mengatakan, jumlah dividen yang dibagikan BTN tidak sebesar bank BUMN lagi karena perseroan ingin melakukan penguatan modal sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan PSKA 71.

"Kita akan alokasikan 80% untuk laba di tahan untuk jaga CAR. Apalagi kita juga akan melakukan penyertaan modal di beberapa perusahaan." kata Nixon di Jakarta, Jumat (17/5).

Adapun PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI, anggota indeks Kompas100) l membagikan dividen Rp 16,17 triliun atau setara 50% dari laba bersih pada 2018 sebesar Rp 32,35 triliun. Dividen tersebut meningkat dari tahun 2017 yang hanya membagikan dividen Rp 13,04 triliun atau 45% dari total laba perseroan di tahun itu.

Pemerintah yang mengempit 56,75% saham Bank BRI akan mendapatkan bagian sebesar Rp 9,17 triliun atau meningkat 23, 9% dari bagian keuntungan yang didapat pada tahun 2017 yaitu 7,4 triliun.

Sedangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI, anggota indeks Kompas100) membagi dividen Rp11,2 triliun, setara 45% dari laba bersih perseroan yakni Rp 25 triliun. Setiap satu lembar saham berhak memperoleh dividen sekitar Rp 241. Secara porsi, dividen 2018 sama dengan tahun sebelumnya tetapi secara nominal meningkat 21,7% dari Rp 9,2 triliun.

Pemerintah akan mendapatkan bagian Rp 6,75 triliun sesuai dengan kepemilikan sahamnya di Bank Mandiri sebesar 60%. Sedangkan tahun sebelumnya hanya mendapat Rp 5,52 triliun.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI, anggota indeks Kompas100) membagi dividen sebesar Rp 3,75 triliun atau 25% dari laba bersih 2018 senilai Rp 15 triliun. Itu turun dari dividen yang dibagikan tahun 2017 yakni Rp 4,77 triliun atau 35% dari laba bersih perseroan.

Dengan kepemilikan sebesar 60% pada BNI, pemerintah akan mendapatkan dividen sebesar Rp 2,25 triliun. Padahal tahun 2017, dividen yang diperoleh negara sebesar Rp 2,86 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi