Empat bank ini resmi salurkan KPR FLPP



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Empat bank yaitu BTN dengan BTN Syariah, BRI Agro dan KEB Hana pada tahun ini resmi ditunjuk pemerintah sebagai bank penyalur KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Sebagai gambaran saja pada 2017 lalu, BTN hanya menyalurkan KPR subsidi dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB). Hal ini karena pemerintah memangkas anggaran penyaluran KPR skema FLPP hingga lebih separuhnya.

Tahun ini, BTN kembali diikutkan dalam program FLPP setelah pemerintah mengajak bank operasional untuk mensukseskan program FLPP. Ditunjuknya empat bank tambahan penyalur FLPP ini seiring dengan pengurangan porsi pendanaan pemerintah dari 90% dari total pembiayaan menjadi 75% dari total pembiayaan.


Masuknya empat bank dalam penyaluran KPR FLPP ini dilakukan dengan penandatangan kerjasama antara Kementerian PUPR, PT Sarana Multigriya Finansial dan perwakilan bank.

“Penandatanganan kerjasama ini sangat strategis bagi Bank BTN karena dapat bersinergi dalam pembiayaan bersama KPR Sejahtera dalam rangka penyediaan dana jangka panjang,” kata Direktur Bank BTN, Iman Nugroho Soeko, saat menandatangi PKS Tripartit di kantor Kementerian PUPR di Jakarta, Selasa (14/8).

Bank BTN mengapresiasi keputusan Pemerintah untuk mempercayakan penyaluran FLPP tidak hanya kepada Bank BTN, tapi juga BTN Syariah. Oleh karena itu, Bank yang sudah menyalurkan KPR BTN selama lebih dari 41 tahun ini untuk tahap awal diberikan alokasi penyaluran KPR Sejahtera atau FLPP untuk 9.500 unit, dimana 464 unit diantaranya akan dilaksanakan BTN Syariah lewat akad murabahah (jual beli).

“Bank BTN siap menerima limpahan dari bank pelaksana lain yang belum optimal menyalurkan FLPP untuk membantu PPDPP mencapai target yang dicanangkan,” kata Iman menanggapi rencana evaluasi dan penyesuaian target yang akan dilaksanakan oleh PPDPP dalam waktu dekat.

Optimisme Bank BTN untuk mengoptimalkan FLPP sejalan dengan visi misi Bank yang sudah berusia 68 tahun ini untuk berperan aktif mendukung sektor perumahan dan terdepan dalam menyalurkan pembiayaan sektor perumahan.

Hal ini sejalan dengan target bank dengan kode saham BBTN ini untuk mengejar angka penyaluran pembiayaan perumahan subsidi yang dipatok sekitar 600.000 unit. “Kami melihat peluangnya masih besar karena permintaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah tetap tumbuh dan terdorong oleh kebijakan Bank Indonesia yang telah resmi memberlakukan relaksasi rasio kredit terhadap nilai agunan atau loan to value properti per 1 Agustus lalu,” kata Iman.

Sepanjang semester I-2018, Bank BTN sudah menyalurkan pembiayaan perumahan baik KPR maupun kredit konstruksi untuk hunian sebanyak 423.303 unit rumah dengan nilai Rp 38,4 triliun baik rumah subsidi maupun non subsidi. Khusus untuk pembiayaan rumah subsidi, Bank BTN sudah mendistribusikan pinjaman untuk 297.044 unit rumah dengan nilai Rp 17,15 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi