Empat MI siap luncurkan reksadana anyar



JAKARTA. Di awal kuartal I 2017, manajer investasi (MI) semakin gesit meracik reksadana baru untuk dijajakan kepada para investor. Paling tidak, ada empat MI yang siap merilis produk anyar.

Pertama, PT Sucorinvest Asset Management tengah meracik reksadana campuran bertajuk Reksadana Balanced Fund Sucorinvest Anak Pintar. Jemmy Paul Wawointana, Investment Director Sucorinvest Asset, menjelaskan, perusahaannya sudah mengantongi izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 11 Januari 2017 lalu.

Reksadana berkonsep filantropi itu bakal melenggang ke pasar paling lambat awal Februari. Sucorinvest optimistis, produknya bisa membukukan imbal hasil (return) sekitar 10%–12% per tahun.


"Rencananya, kami akan menempatkan dana kelolaan pada saham LQ45 sebanyak 50% dan Surat Utang Negara (SUN) 25%. Sektornya tergantung market," kata Jemmy. Sisanya yang 25% akan masuk ke instrumen pasar uang, baik deposito perbankan maupun obligasi korporasi.

Kedua, PT Samuel Aset Manajemen (SAM) yang menyiapkan dua produk baru sekaligus, yaitu reksadana pasar uang dan reksadana campuran berdenominasi dollar AS. Hanya, Agus B. Yanuar, Direktur Utama SAM, bilang, perusahaannya belum memperoleh izin efektif dari regulator. "Masih proses. Diharapkan bisa diluncurkan pada kuartal satu tahun ini," ujarnya.

Menurut Agus, tujuan penerbitan kedua reksadana tersebut adalah, guna melengkapi ragam produk SAM yang ditawarkan kepada investor. Maklum, SAM belum memiliki jenis reksadana itu.

Ketiga, PT Panin Asset Management yang juga sedang meracik reksadana saham. Meski begitu, Rudiyanto, Direktur Panin Asset, mengungkapkan, pihaknya belum mengajukan permohonan izin efektif kepada OJK.

Yang jelas, penerbitan reksadana saham itu ditujukan untuk memenuhi permintaan investor institusi. Tapi, produk tersebut juga bakal dijajakan ke investor ritel.

Keempat, Bahana TCW Investment Management yang berencana menelurkan reksadana berkonsep dana abadi atawa endowment fund. Dalam penerbitannya, Bahana TCW menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB).

Direktur Bahana TCW Soni Wibowo menuturkan, perusahaannya tidak mempunyai target khusus soal dana kelolaan maupun return dari produk ini. Namun, investor yang jadi bidikan adalah alumni IPB. Produk tersebut juga belum mendapatkan izin efektif dari OJK. “Izin masih dalam proses,” tambah Soni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini