JAKARTA. Indonesia akan memiliki lima pabrik pupuk urea baru dalam lima tahun ke depan. Namun, dari lima pabrik tersebut, baru satu yang sudah memperoleh jaminan pasokan gas. "Masih ada empat pabrik pupuk yang akan dibicarakan dengan BP Migas, sehingga ada lima pabrik yang siap," kata Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN ) Mustafa Abubakar, Jumat (6/11). Yang sudah mendapat jaminan pasokan gas adalah pabrik pupuk yang akan dibangun di Kalimantan timur. Beberapa pabrik yang dibangun tersebut antara lain milik Petrokimia Gresik, Pupuk Kaltim, pabrik baru di Lapangan Gas Tangguh dan di Donggi Senoro. Pabrik pupuk Petrokimia, misalnya, akan berkapasitas 1,5 juta ton. Pabrik pupuk Kaltim akan berkapasitas 1 juta ton untuk menggantikan pabrik lama yang hanya berkapasitas 600.000 ton.
Empat Pabrik Pupuk Tunggu Pasokan Gas
JAKARTA. Indonesia akan memiliki lima pabrik pupuk urea baru dalam lima tahun ke depan. Namun, dari lima pabrik tersebut, baru satu yang sudah memperoleh jaminan pasokan gas. "Masih ada empat pabrik pupuk yang akan dibicarakan dengan BP Migas, sehingga ada lima pabrik yang siap," kata Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN ) Mustafa Abubakar, Jumat (6/11). Yang sudah mendapat jaminan pasokan gas adalah pabrik pupuk yang akan dibangun di Kalimantan timur. Beberapa pabrik yang dibangun tersebut antara lain milik Petrokimia Gresik, Pupuk Kaltim, pabrik baru di Lapangan Gas Tangguh dan di Donggi Senoro. Pabrik pupuk Petrokimia, misalnya, akan berkapasitas 1,5 juta ton. Pabrik pupuk Kaltim akan berkapasitas 1 juta ton untuk menggantikan pabrik lama yang hanya berkapasitas 600.000 ton.