KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah daerah. Hingga September 2026, empat proyek PSEL berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) telah memasuki tahap pembangunan fisik dengan total nilai investasi mencapai Rp 15,9 triliun. Keempat proyek tersebut berada di Bali, Legok Nangka Jawa Barat, Kota Bekasi, serta Bogor Raya 1. Pembangunan proyek mengacu pada mandat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
Baca Juga: Antam Gelar Sayembara Desain Kemasan Emas Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, PSEL tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menangani persoalan sampah sekaligus mengembangkan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. "(Proyek PSEL) pertama di Bali, kedua Legok Nangka, ketiga Kota Bekasi, keempat di sini Kota Bogor dan Kabupaten Bogor (Bogor Raya 1)," kata Zulhas seusai peresmian PSEL di Desa Galuga, Bogor, Kamis (17/9/2026). Proyek terbaru adalah PSEL Bogor Raya 1 yang berlokasi di Desa Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Fasilitas ini mulai dibangun melalui groundbreaking pada 17 September 2026 dengan nilai investasi sekitar Rp 2,8 triliun. Proyek tersebut dikembangkan Nusantara Bogor New Energy bersama mitra teknologi Zhejiang Weiming Environment Co., Ltd. PSEL Bogor Raya 1 dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah per hari dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028.
Baca Juga: Kementerian ESDM Ungkap Perpres PLTS 100 GWp dalam Tahap Harmonisasi, Kapan Terbit? Fasilitas tersebut akan menggunakan teknologi moving grate incinerator dan sistem pengendalian polusi udara atau
Air Pollution Control System (APCS) yang mengacu pada standar EU Industrial Emissions Directive (EU IED). Pembangunannya diproyeksikan menyerap hingga 1.200 tenaga kerja lokal. Sebelumnya, PSEL Bekasi di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, memulai pembangunan pada 26 Agustus 2026. Proyek yang dikembangkan PT Bekasi Environment Nusantara itu membutuhkan investasi sekitar Rp 3 triliun dan ditargetkan beroperasi penuh pada pertengahan 2028. PSEL Bekasi juga memiliki kapasitas pengolahan 1.500 ton sampah per hari. Fasilitas tersebut menggunakan teknologi moving grate incinerator dan APCS berlapis dengan standar EU IED. Proyek ini diperkirakan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja. Sementara itu, PSEL Legok Nangka di Jawa Barat menjadi proyek dengan nilai investasi terbesar di antara empat fasilitas tersebut. Investasinya mencapai sekitar US$ 400 juta atau setara Rp 7,1 triliun.
Baca Juga: Prodia (PRDA) Gandeng UMP Gelar Skrining Thalassemia untuk 1.000 Peserta Proyek tersebut dikembangkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) oleh PT Jabar Environmental Solutions (JES). Groundbreaking dilakukan pada 31 Juli 2026. PSEL Legok Nangka memiliki kapasitas pembangkitan listrik 40,79 megawatt (MW) dan dirancang mengolah sekitar 1.853 hingga 2.131 ton sampah per hari. Sampah tersebut berasal dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut. Proyek ini ditargetkan mencapai
commercial operation date (COD) pada kuartal IV 2029 atau kuartal I 2030. Selama masa konstruksi, proyek diproyeksikan menyerap sekitar 1.565 tenaga kerja. Adapun PSEL Bali di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, menjadi proyek pertama dari empat fasilitas tersebut yang memulai pembangunan.
Groundbreaking dilakukan pada 8 Juli 2026 dengan nilai investasi sekitar Rp 3 triliun.
Baca Juga: XCMG Bangun Fasilitas Remanufaktur Komponen Peralatan Pertambangan di Balikpapan Proyek yang diprakarsai PT Nusantara Bali New Energy itu memiliki kapasitas pengolahan 1.500 ton sampah per hari.
Fasilitas tersebut juga menggunakan teknologi
moving grate incinerator dan APCS berlapis yang mengacu pada standar emisi EU IED. PSEL Bali ditargetkan mulai beroperasi pada semester I 2028 dan diperkirakan menciptakan hingga 1.200 lapangan kerja. Secara keseluruhan, empat proyek PSEL tersebut memiliki kapasitas pengolahan lebih dari 6.353 ton sampah per hari. Dari sisi ketenagakerjaan, proyek-proyek tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 4.965 lapangan kerja. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News