Empat Saham Ini Banyak Diborong Asing Saat IHSG Menguat 2,71% ke 5.902, Rabu (10/6)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatannya pada perdagangan Rabu (10/6/2026), setelah sehari sebelumnya mencatat lonjakan tajam. 

Meski demikian, reli pasar saham domestik masih dibayangi aksi jual investor asing yang kembali mencapai triliunan rupiah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG ditutup naik 2,71% atau bertambah 155,73 poin ke level 5.902,37. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak di rentang 5.677 hingga 5.942.


Penguatan indeks ditopang oleh dominasi saham yang berada di zona hijau. Sebanyak 571 saham menguat, sementara 148 saham melemah dan 96 saham lainnya ditutup stagnan.

Baca Juga: Asing Net Sell Jumbo Rp 3,13 Triliun, Cek Saham yang Banyak Dijual, Rabu (10/6)

Aktivitas perdagangan juga terbilang ramai. Total volume transaksi mencapai 46,67 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp31,72 triliun.

Kendati IHSG terus menguat selama dua hari beruntun, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) dalam jumlah besar. Di seluruh pasar, asing membukukan net sell senilai Rp3,13 triliun pada perdagangan Rabu.

Di tengah derasnya arus keluar dana asing tersebut, beberapa saham masih menjadi incaran investor global.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatat pembelian bersih asing terbesar dengan nilai Rp 21,58 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar Rp21,26 miliar.

Selain itu, investor asing juga memborong saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) senilai Rp8,85 miliar dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sebesar Rp4,49 miliar.

 
UNVR Chart by TradingView

Baca Juga: IHSG Menguat 2,71% Rabu (10/6), Analis Prediksi Indeks Berpeluang Tembus 6.000

Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan IHSG belum sepenuhnya diikuti oleh masuknya dana asing secara luas.

Investor global masih melakukan aksi jual bersih, meski tetap selektif mengoleksi sejumlah saham yang dinilai menarik di tengah pemulihan pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: