Enam Anggota Militer AS Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Irak



KONTAN.CO.ID - Enam awak pesawat KC-135 tanker milik militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas setelah pesawat mereka jatuh di wilayah barat Irak pada Kamis (12/3/2026).

Insiden ini melibatkan satu pesawat militer lainnya, namun tidak disebabkan oleh tembakan musuh maupun tembakan teman.

“Kondisi kecelakaan masih dalam penyelidikan. Namun, hilangnya pesawat ini bukan akibat tembakan musuh maupun tembakan teman,” ujar pernyataan dari U.S. Central Command pada Jumat (13/3/2026).


Baca Juga: Israel Serang Pos Pengamanan Iran Berdasarkan Informasi Mata-Mata, Kata Sumber

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan kepada wartawan di Pentagon bahwa operasi militer terhadap Iran akan tetap berlanjut.

“Perang itu neraka. Perang itu kekacauan, dan seperti yang kita lihat kemarin dengan kecelakaan tragis KC-135, hal buruk bisa terjadi,” ujarnya.

Seorang pejabat AS menyebut bahwa pesawat kedua yang terlibat dalam insiden tersebut berhasil mendarat dengan selamat.

Kedua pesawat merupakan jenis KC-135, yang berfungsi sebagai pesawat pengisi bahan bakar di udara, memungkinkan misi udara dilaksanakan tanpa harus mendarat.

Pesawat ini dibuat oleh Boeing pada era 1950-an hingga awal 1960-an dan menjadi tulang punggung armada pengisian bahan bakar udara milik militer AS.

Insiden ini menambah jumlah anggota militer AS yang tewas dalam operasi terhadap Iran sejak 28 Februari, yang sebelumnya telah menelan tujuh korban jiwa.

Insiden lainnya termasuk serangan drone terhadap fasilitas militer AS di Port Shuaiba, Kuwait, dan serangan di Arab Saudi.

Baca Juga: Jumlah Lowongan Kerja AS Naik Januari 2026, Tapi Perekrutan Masih Lamban

Kelompok Islamic Resistance in Iraq, payung bagi faksi bersenjata yang didukung Iran, mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat militer AS tersebut.

Selain itu, laporan Reuters pada Selasa lalu menyebut sekitar 150 tentara AS terluka dalam konflik AS–Israel melawan Iran.

Pada hari yang sama dengan kecelakaan KC-135, dua pelaut AS juga mengalami cedera akibat kebakaran non-tempur di USS Gerald Ford.

Presiden Donald Trump dan pejabat senior AS lainnya memperingatkan bahwa konflik dengan Iran akan menimbulkan lebih banyak korban jiwa dari pihak militer AS seiring balasan Iran terhadap serangan AS dan Israel.