KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali diramaikan oleh kehadiran sejumlah emiten baru melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Kali ini, terdapat enam perusahaan dari beragam sektor yang bersiap melantai di bursa, mulai dari consumer non-cyclicals, consumer cyclicals, industri hingga kesehatan. Keenam calon emiten itu antara lain PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), PT Bach Multi Global Tbk. (BACH), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) dan PT Niramas Utama Tbk (JELI). Jika tidak ada aral melintang, enam perusahaan tersebut akan mencatatkan sahamnya pada awal Juli 2026 mendatang. Namun, keenam perusahaan tersebut akan melaksanakan IPO di tengah kondisi pasar saham yang masih berada dalam tekanan. Berdasarkan data perdagangan Rabu (24/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.883,88 atau turun 3,56% dibandingkan hari sebelumnya. Secara year to date (YtD), IHSG bahkan telah terkoreksi hingga 31,95%.
Enam Calon Emiten Bakal Debut di Bursa Saham Lewat IPO, Mana yang Menarik?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali diramaikan oleh kehadiran sejumlah emiten baru melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Kali ini, terdapat enam perusahaan dari beragam sektor yang bersiap melantai di bursa, mulai dari consumer non-cyclicals, consumer cyclicals, industri hingga kesehatan. Keenam calon emiten itu antara lain PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), PT Bach Multi Global Tbk. (BACH), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) dan PT Niramas Utama Tbk (JELI). Jika tidak ada aral melintang, enam perusahaan tersebut akan mencatatkan sahamnya pada awal Juli 2026 mendatang. Namun, keenam perusahaan tersebut akan melaksanakan IPO di tengah kondisi pasar saham yang masih berada dalam tekanan. Berdasarkan data perdagangan Rabu (24/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.883,88 atau turun 3,56% dibandingkan hari sebelumnya. Secara year to date (YtD), IHSG bahkan telah terkoreksi hingga 31,95%.