Enam saham naik, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (4 Januari 2019)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumat (4/1) Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di zona hijau. Ketika bursa saham tutup warung, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 53,53 poin (0,86%) hinggap di angka indeks 6.274,54.

LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, juga bertahan di area hijau. Naik 10,76 poin (1,09%), LQ45 berakhir di 1.001,64.

Indika Energy Tbk (INDY), Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan Waskita Karya Tbk (WSKT) berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing dengan PER 4,23 kali, 5,16 kali, dan 5,25 kali. Posisi selanjutnya diisi oleh INKPITMGADRO, MNCN, LPPFELSA, dan WSBP.


Dari seluruh saham yang yang masuk dalam daftar ini, enam saham harganya naik dari harga penutupan sebelumnya. Mereka adalah INDY, SRIL, WSKT, Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), Adaro Energi Tbk  (ADRO), dan Elnusa Tbk (ELSA). 

No. Kode Harga (3/1) Harga (4/1) PBV (kali) PER (kali)
1 INDY 1.530 1.815 0.53 4.23
2 SRIL 352 356 0.98 5.16
3 WSKT 1.885 1.920 0.96 5.25
4 INKP 11.300 11.225 1.11 5.98
5 ITMG 19.900 21.575 1.63 6.14
6 ADRO 1.230 1.390 0.69 7.13
7 MNCN 725 725 0.98 7.88
8 LPPF 5.775 5.775 6.77 8.46
9 ELSA 342 346 0.78 8.65
10 WSBP 390 390 1.38 8.67
Sumber: RTI

Tiga saham yang lain harganya tidak berubah dari harga penutupan sebelumnya. Mereka adalah Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), Matahari Department Store Tbk (LPPF), dan Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

Satu saham sisanya, Indah Kiat Tbk (INKP) tidak berubah harga dari sebelumnya. 

Price earning ration (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham.

Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hasbi Maulana