Eneos dan Glencore Rebutan Aset Chevron US$ 1 Miliar di Singapura, Ada Apa?



KONTAN.CO.ID - Chevron dikabarkan menargetkan penyelesaian penjualan aset kilang minyak dan distribusinya di Singapura pada kuartal I tahun ini.

Hal tersebut seiring dengan tahap akhir pembicaraan dengan perusahaan kilang asal Jepang, Eneos, serta pedagang komoditas global Glencore, menurut empat sumber yang mengetahui proses tersebut dilansir dari laman Reuters, Kamis (22/1/2026).

Sumber menyebutkan, aset yang akan dilepas mencakup kepemilikan Chevron di sebuah kilang, terminal penyimpanan, serta jaringan stasiun ritel bahan bakar di Singapura.


Baca Juga: Nasib Piala Dunia 2026 di Ujung Tanduk: Tim Eropa Bisa Absen Total?

Selain itu, Chevron juga berencana memasukkan stasiun ritel di Kamboja dan Malaysia dalam kesepakatan tersebut.

Secara keseluruhan, nilai aset yang ditawarkan diperkirakan mencapai US$ 1 miliar atau lebih, menurut dua sumber.

Langkah divestasi ini merupakan bagian dari strategi Chevron untuk melepas aset kilang dan penyimpanan di Asia, seiring restrukturisasi global perusahaan guna menyederhanakan operasional dan menekan biaya.

Chevron, Eneos, dan Glencore menolak memberikan komentar. Sebelumnya, Reuters telah melaporkan rencana penjualan saham Chevron di kilang Singapura, namun detail aset lain yang ikut ditawarkan belum pernah dipublikasikan.

Morgan Stanley, yang ditunjuk Chevron untuk menangani penjualan saham di Singapore Refining Company (SRC) serta aset lain di Asia, juga enggan berkomentar.

Sementara itu, Boston Consulting Group (BCG) disebut menjadi penasihat Eneos dalam transaksi ini.

Baca Juga: Trump Ditelepon Perusahaan Kartu Kredit, Tetap Ngotot Batasi Bunga 10%

Aset Chevron di Singapura

Chevron memiliki 50% saham di Singapore Refining Company (SRC), sementara sisa saham dimiliki PetroChina melalui unit Singapore Petroleum Co Ltd.

SRC mengoperasikan kilang dengan kapasitas 290.000 barel per hari di Singapura.

Kesepakatan ini juga mencakup Terminal Penjuru milik Chevron yang memiliki kapasitas penyimpanan lebih dari 400.000 meter kubik.

Dari fasilitas tersebut, Chevron memproduksi dan memasok bahan bakar transportasi, base oil, bahan bakar laut, serta pelumas jadi.

Adapun jaringan SPBU bermerek Caltex milik Chevron di kawasan ini mencakup sekitar 420 gerai di Malaysia, 26 gerai di Singapura, dan 53 gerai di Kamboja.

Baca Juga: Trump Ditelepon Perusahaan Kartu Kredit, Tetap Ngotot Batasi Bunga 10%

Minat Eneos dan Glencore

Analis menilai, kepemilikan terminal bahan bakar dan tangki penyimpanan di Singapura sebagai pusat utama pencampuran bahan bakar dan bunkering akan memberikan akses distribusi yang strategis ke pasar impor Asia Tenggara.

Eneos, sebagai kilang terbesar di Jepang, serta Glencore, disebut tengah berupaya memperluas portofolio dan volume perdagangan energi di kawasan ini.

Jika berhasil mengakuisisi aset tersebut, ini akan menjadi aset kilang pertama Eneos di Asia di luar Jepang.

Saat ini, Eneos mengoperasikan sembilan kilang di Jepang, termasuk pabrik patungan dengan PetroChina di Chiba, serta lebih dari 12.000 SPBU di dalam negeri.

Baca Juga: Donald Trump: Calon Ketua The Fed Tinggal Satu di Kepala Saya

Dalam laporan tahunannya, Eneos menyatakan tengah mempertimbangkan ekspansi bisnis bahan bakar di luar negeri melalui akuisisi aset, termasuk pengembangan fasilitas bahan bakar jet seiring meningkatnya permintaan perjalanan internasional.

Sementara itu, Glencore telah memiliki kilang dan jaringan distribusi di Afrika Selatan melalui anak usaha Astron Energy, serta memperluas kehadiran kilangnya di Asia melalui akuisisi Kilang Bukom di Singapura lewat perusahaan patungan dengan PT Chandra Asri.

Selanjutnya: Nasib Piala Dunia 2026 di Ujung Tanduk: Tim Eropa Bisa Absen Total?

Menarik Dibaca: Kejutan Promo HokBen HUT ke-358 Samarinda: Makan Enak Diskon Spesial, Cek Lokasi!