Enerfill Pilih Bergerilya di Toko dan Warung Kecil



JAKARTA. Sarapan dengan sereal mungkin sudah menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat ibukota. Pasalnya, sereal merupakan salah satu bahan makanan pokok yang menyehatkan dan bebas kolesterol.

Nah, salah satu produk olahan sereal yang saat ini sedang digemari adalah produk sereal siap seduh. Lantaran siap seduh, penikmatnya hanya tinggal menambahkan air panas untuk mendapat satu gelas sereal yang bergizi dan mengenyangkan.

Produk-produk sereal siap seduh seperti ini sudah sejak lima tahun silam menggelontor di pasar. Beberapa produk tampil dengan nama merek yang hampir serupa. Misalkan saja Energen Sereal, Ceremix, Ceregen, Cerevita dan sebagainya.


Selama lima tahun pula, pertumbuhan pasar sereal pada umumnya meningkat dobel digit. Berdasarkan riset the Nielsen, tahun 2008 saja, pertumbuhan industri minuman sereal ini naik 30% dari tahun sebelumnya.

Tahun 2008 silam, penyerapan produk sereal siap seduh berjumlah 2,5 juta bungkus per hari. Jika satu bungkus sereal siap seduh dibanderol seharga Rp 1000, maka perputaran uang di industri ini mencapai Rp 2,5 miliar per hari.

Dari sejumlah merek sereal siap seduh yang ada, merek Energen dari Mayora memegang pangsa pasar paling besar. Karena, brand awareness akan produk ini sudah terbentuk di masyarakat.

Namun, tak mau berkecil hati, Garudafood sebagai salah satu pemain industri makanan dan minuman besar tak surut untuk menyasar pasar sereal siap seduh ini. "Pasarnya masih memungkinkan untuk bersaing," ujar Budiman, Marketing Division Head Group GarudaFood.

Produk sereal siap seduh yang dipasarkan Garudafood bernama Enerfill. Produk ini mulai beredar bulan Februari 2009 lalu. "Produk ini merupakan penanda bahwa Garudafood sudah siap masuk pasar basic food," ujar Budiman.

Enerfiil ini dikeluarkan dalam dua varian rasa, cokelat dan vanilla. "Rasa yang enak akan membuat produk kami digemari," tukas Budiman optimistis. Selain itu, butiran oats yang terkandung di dalam Enerfill dilansir bisa menurunkan kadar tekanan darah bila dikonsumsi secara tepat. Produk ini disasarkan untuk semua segmen dengan harga Rp 1.000 per bungkus.

Dengan produk baru ini, GarudaFood berharap mencuwil 10% pangsa pasar produk sereal di tanah air. "Kami melihat peluang di pasar ini. Karena Industrinya tumbuh dobel digit selama lima tahun berturut-turut," lanjut Budiman.

Walau pemain sereal seduh belum banyak, akan tetapi garudaFood punya cara tersendiri untuk mencapai target penjualannya. Salah satunya adalah dengan gencar menyasar warung kecil di pinggir jalan ketimbang modern market.

"Saat ini kami sudah mulai melakukan penetrasi pasar. Kami akui, pasar belum heboh karena kami memerlukan waktu untuk mengedukasi masyarakat mengenai keunggulan produk kami," tandas Budiman.

Saat ini, GarudaFood sedang gencar menurunkan tim Sales Promotion Girl (SPG)-nya untuk mengedukasi pedagang-pedagang warung kecil yang berbelanja di pusat grosir. Edukasi ini bakalan makin intensif beberapa bulan mendatang.

"Edukasi bakal maskin intensif sembari menunggu iklan Enerfill turun. Medianya bisa radio, TV atau spanduk," lanjut Budiman tanpa mau menyebutkan angka pasti pemasaran Enerfill ini.

Sayangnya, pakar pemasaran Harry Susianto dari Universitas Indonesia menyangsikan keberhasilan program pemasaran GarudaFood ini. Lantaran produk sereal, walaupun merupakan kebutuhan pokok, akan tetapi bukan makanan umum masyarakat Indonesia. "Rasanya pun kurang begitu enak," katanya.

Menurut Harry, sasaran produk ini adalah untuk segmen masyarakat terpelajar, masyarakat yang peduli dengan kesehatannya, atau yang pernah keluar negeri. "Jadi agak lain kalau dipasarkan ke warung kecil," ujar Harry.

Sehingga, paling baik menurut Harry, produk ini dijual melalui jaringan pasar modern ketimbang warung atau toko kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News