Energi Mega Persada (ENRG) Catat Laba Bersih US$ 72,81 Juta hingga September 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan migas ini membukukan penjualan bersih sebesar US$ 426,06 juta, naik 17,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 361,38 juta.

Laba bersih Energi Mega Persada meningkat 30,8% secara tahunan menjadi US$ 72,81 juta dari US$ 55,65 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Sejalan dengan itu, laba usaha ENRG melonjak 44% menjadi US$ 157,58 juta dari US$ 109,50 juta. Peningkatan tersebut turut mendorong marjin operasional perusahaan menjadi 37%, dibandingkan 30% pada sembilan bulan pertama 2025.

Presiden Direktur Energi Mega Persada Syailendra S. Bakrie mengatakan, pertumbuhan pendapatan dan peningkatan marjin operasional menjadi penopang perbaikan kinerja keuangan perusahaan.

Baca Juga: Rupiah Makin Loyo, Saham Apa yang Perlu Diwaspadai?

“Pertumbuhan pendapatan dan marjin operasional yang membaik mendukung peningkatan kinerja keuangan perusahaan,” tulis Syailendra dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).

Dari sisi operasional, produksi minyak kotor ENRG meningkat 6% menjadi 8.894 barel per hari pada Januari hingga September 2026, dibandingkan 8.387 barel per hari pada periode yang sama tahun lalu.

Namun, produksi gas kotor mengalami penurunan 13,8% menjadi 190,4 juta kaki kubik per hari dari sebelumnya 220,9 juta kaki kubik per hari. Di sisi lain, harga jual rata-rata minyak meningkat 33,1% menjadi US$ 94,92 per barel, sedangkan harga jual rata-rata gas naik 4,3% menjadi US$ 7,08 per ribu kaki kubik.

Ke depan, ENRG berfokus mengembangkan temuan minyak dari aset yang telah dimiliki. Dalam 18 bulan terakhir, perusahaan melaporkan temuan minyak masing-masing sebesar 31 juta barel di Blok Malacca Strait, 20 juta barel di Blok Bentu, dan 15 juta barel di Blok South CPP.

Perusahaan telah memulai produksi minyak dari temuan di Blok Bentu dan Blok Malacca Strait. Sementara itu, temuan minyak di Blok South CPP ditargetkan segera dikembangkan untuk menghasilkan produksi.

 
ENRG Chart by TradingView

“Fokus kami saat ini adalah memproduksikan beberapa temuan dari aset-aset migas yang kami miliki,” ujar Syailendra dalam keterbukaan informasi tersebut.

Selain mengoptimalkan aset yang ada, ENRG berupaya memperluas bisnis melalui akuisisi aset migas baru, baik di dalam maupun luar negeri. Salah satu rencana yang tengah berjalan adalah investasi pada HighPeak Energy Inc., perusahaan migas yang tercatat di bursa NASDAQ dan beroperasi di Texas, Amerika Serikat.

Manajemen memperkirakan transaksi investasi tersebut dapat diselesaikan sebelum akhir 2026. ENRG berharap kolaborasi dengan HighPeak Energy dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

“Perusahaan akan terus memprioritaskan alokasi modal secara hati-hati untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan proyek, dengan tetap menjaga fleksibilitas keuangan,” tulis Syailendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News