Energi Nuklir Jadi Buruan Investor Silicon Valley, Standard Nuclear IPO



KONTAN.CO.ID - Perusahaan bahan bakar nuklir asal Amerika Serikat, Standard Nuclear, mengajukan penawaran umum perdana saham (IPO) di AS pada Kamis (18/6) waktu setempat.

Langkah ini menjadi sinyal terbaru meningkatnya minat investor terhadap industri energi nuklir yang tengah bangkit seiring meningkatnya kebutuhan energi dan dukungan pemerintah AS terhadap sektor tersebut.

Standard Nuclear sebelumnya berhasil mengamankan pendanaan senilai US$ 140 juta dalam putaran pendanaan tahap awal yang dipimpin Decisive Point.


Mengutip Reuters, sejumlah investor besar yang turut berpartisipasi termasuk Andreessen Horowitz dan Chevron Technology Ventures.

Baca Juga: Wall Street Temukan Formula Baru untuk Menangani IPO Raksasa

Didukung Investor Silicon Valley

Masuknya Andreessen Horowitz ke dalam daftar investor menunjukkan bahwa sektor energi nuklir mulai menarik perhatian pelaku modal ventura di Silicon Valley yang selama ini lebih dikenal aktif berinvestasi di sektor teknologi.

Momentum kebangkitan industri nuklir AS juga mendapat dorongan dari kebijakan Presiden Donald Trump yang keluar pada Mei 2025.

Pemerintah AS melahirkan perintah eksekutif untuk mempercepat pengembangan reaktor baru dan memperkuat rantai pasok bahan bakar nuklir domestik.

Pengembang reaktor X-Energy melantai di Bursa New York pada April lalu setelah menghimpun dana IPO sebesar US$ 1,02 miliar. Sementara Deep Fission resmi menjadi perusahaan publik pada pekan ini.

Baca Juga: Konflik Iran Bikin Investor Mulai Tinggalkan Obligasi? Ini Penjelasan Analis

Bisnis Standard Nuclear dan Rencana IPO

Standard Nuclear memproduksi bahan bakar nuklir canggih dan sistem tenaga berbasis radioisotop.

Perusahaan mengklaim sebagai satu-satunya produsen independen bahan bakar TRISO di Amerika Serikat, material yang digunakan pada reaktor nuklir generasi berikutnya.

Selain untuk pembangkit listrik, produk perusahaan juga digunakan untuk kebutuhan pertahanan, kedirgantaraan, dan aplikasi luar angkasa.

Dalam dokumen IPO, Standard Nuclear melaporkan pendapatan sebesar US$ 593.802 pada kuartal yang berakhir 31 Maret 2026, meningkat dibandingkan US$ 377.926 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perusahaan belum mengungkap target dana yang ingin dihimpun dari IPO. Dana hasil penawaran saham akan digunakan untuk kebutuhan operasional, pengembangan bisnis, serta investasi atau akuisisi perusahaan yang mendukung pertumbuhan usaha.

Standard Nuclear berencana mencatatkan sahamnya di New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode STDN. BofA Securities, Goldman Sachs, Barclays, dan UBS Investment Bank ditunjuk sebagai penjamin emisi.

Baca Juga: China Kian Ketat Awasi Investasi Offshore, Apa Dampaknya bagi Investor?